Menhub: Keselamatan Harus Menjadi Tanggung Jawab Moral
- 17 Sep 2026 16:47 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan harus menjadi tanggung jawab moral dalam setiap penyelenggaraan transportasi. Hal tersebut disampaikan melalui amanat yang dibacakan Staf Ahli Bupati Kaimana Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Blasius Kilmas, S.Pd., M.Pd., pada upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di halaman parkir Pelabuhan Laut Kaimana, Kamis 17 September 2026.
Dalam pesannya, Dudy menyampaikan peringatan Harhubnas tahun ini menjadi momentum untuk mensyukuri berbagai pekerjaan yang telah diselesaikan, sekaligus mengenang sejumlah musibah transportasi yang terjadi belakangan. Ia turut menyampaikan duka cita kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi. Seluruh standar wajib diterapkan secara nyata dalam operasional, pengawasan maupun pengelolaan moda transportasi.
“Keselamatan adalah tanggung jawab moral. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” demikian amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan Blasius Kilmas.
Ia menyebut tantangan sektor perhubungan semakin kompleks. Dalam beberapa waktu terakhir, jajaran terkait harus menghadapi berbagai kondisi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi Gunung Anak Krakatau, gangguan penerbangan hingga kecelakaan pelayaran.
Menghadapi situasi tersebut, keselamatan dan konektivitas harus berjalan beriringan. Operasional perlu dihentikan apabila kondisi tidak memungkinkan, namun petugas juga dituntut menyiapkan alternatif agar mobilitas masyarakat serta distribusi bantuan tetap berlangsung.
Harhubnas 2026 mengangkat tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Tema tersebut menegaskan posisi transportasi sebagai penghubung antarpulau, perkotaan dan perdesaan, sentra produksi dengan pasar, sekaligus akses masyarakat terhadap pendidikan serta layanan kesehatan.
Transportasi juga dinilai memiliki fungsi strategis dalam mempertemukan keluarga, membuka lapangan pekerjaan, menjaga distribusi pangan, menggerakkan industri dan menghadirkan pelayanan negara hingga wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T).
"Karena itu, pembangunan sektor perhubungan tidak semata berkaitan dengan kendaraan maupun infrastruktur. Pelabuhan, penerbangan perintis, jalur kereta api, angkutan massal serta sistem logistik turut menentukan aktivitas sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," Pintanya.
Dudy meminta konektivitas antara pusat produksi dan permukiman terus diperkuat untuk menekan biaya angkutan dan logistik. Pelayanan keperintisan, angkutan massal, integrasi antarmoda serta tata kelola distribusi barang juga perlu ditingkatkan.
Di tengah kemajuan teknologi, transformasi digital diharapkan menghadirkan perubahan konkret dalam pelayanan publik. Sistem pengawasan harus semakin transparan dan efektif guna mendukung perjalanan yang aman, kepatuhan pengguna jasa serta pengelolaan logistik yang lebih tertib.
Upacara Harhubnas 2026 di Kaimana turut dihadiri Komandan Lanal Kaimana Mayor Laut (P) Efraim Pongsendana, Kepala UPBU Kelas III Utarom Kaimana Juprianto Pali, Kepala UPP Kelas III Kaimana Jemmy Samori, S.H., Kasat Polairud Polres Kaimana Iptu Rahmatullah, Kepala Lapas Kelas III Kaimana Yoseph Soleman Rumbiak, Ketua Klasis GKI Kaimana Pdt. Alfred A. Dimara, S.Th., M.Mis., jajaran perbankan, unsur perhubungan darat, laut dan udara, Basarnas, Polairud, Pospam KP3 Laut Kaimana serta undangan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....