SPBU Kaimana Ungkap Penyebab Antrean Panjang Pertalite Bersubsidi
- 05 Agt 2026 08:44 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Antrean panjang kendaraan bermotor kembali terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Senja Indah Persada, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, dalam beberapa pekan terakhir. Antrean didominasi kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat hingga roda enam yang menunggu pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.
Meningkatnya antrean dipicu bertambahnya minat masyarakat menggunakan Pertalite setelah harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, mengalami penyesuaian. Kondisi tersebut membuat banyak pengendara, terutama sopir angkutan umum, memilih beralih ke BBM bersubsidi sehingga antrean sudah terlihat sejak sebelum SPBU mulai beroperasi setiap pagi.
Pengawas SPBU Senja Indah Persada, Pricillia Fofid, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026), mengatakan para sopir angkutan umum sengaja datang lebih awal agar dapat memperoleh BBM sebelum memulai aktivitas. Menurutnya, antrean umumnya mulai terbentuk sebelum pukul 07.30 WIT dan akan berangsur berkurang setelah kuota pengisian kendaraan selesai disalurkan.
"Pertamax memang sempat mengalami kenaikan harga sehingga banyak masyarakat beralih menggunakan Pertalite bersubsidi. Para sopir angkutan umum biasanya datang lebih awal karena mereka membutuhkan BBM untuk mulai bekerja. Setelah seluruh alokasi pengisian kendaraan selesai, antrean biasanya sudah tidak ada lagi hingga sore hari," ujar Pricillia.
Ia menjelaskan, kuota Pertalite di SPBU Senja Indah Persada mencapai delapan ton per hari untuk kendaraan bermotor dan 13 ton untuk kebutuhan masyarakat nonkendaraan. Pertalite dijual dengan harga Rp10.000 per liter, dan apabila kuota delapan ton untuk kendaraan telah habis, pelayanan pengisian bagi kendaraan bermotor langsung dihentikan hingga pasokan berikutnya tersedia.
Selain itu, Pricillia mengungkapkan bahwa harga Pertamax yang sebelumnya Rp16.650 per liter kini turun menjadi Rp16.300 per liter sejak 1 Agustus 2026. Namun, penurunan tersebut belum mampu mengurangi tingginya minat masyarakat terhadap Pertalite karena selisih harga masih cukup jauh sehingga BBM bersubsidi dinilai lebih ekonomis.
Untuk memastikan distribusi berjalan tertib, pihak SPBU menerapkan jadwal pelayanan berdasarkan jenis kebutuhan. Pengisian bagi kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat, dan roda enam dilakukan setiap Senin, Selasa, dan Kamis. Sementara pelayanan bagi masyarakat yang menggunakan jeriken atau kebutuhan nonkendaraan dijadwalkan setiap Rabu dan Sabtu, terutama bagi warga yang hendak kembali ke kampung melalui transportasi laut maupun para nelayan lokal.
Pricillia menambahkan, seluruh proses pengisian BBM di SPBU Senja Indah Persada kini telah menggunakan sistem digital melalui pemindaian barcode dan verifikasi pelat nomor kendaraan guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Menurutnya, sistem tersebut memang membuat proses pengisian membutuhkan waktu lebih lama sehingga antrean tampak lebih panjang. "Pengisian maksimal ditetapkan sebanyak 50 liter untuk setiap mobil dan 60 liter bagi masyarakat yang menggunakan jeriken," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....