Dinas Ketahanan Pangan Perkuat Produksi Lokal dan Siapkan Kampung Penyangga

  • 28 Mei 2026 12:32 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana — Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pengelolaan neraca pangan dan pemantauan stok komoditi secara berkala guna memastikan kecukupan energi masyarakat.

“Di bidang ini, ada neraca pangan yang dibuat, termasuk bagaimana kecukupan energi untuk masyarakat. Kami juga memiliki data lengkap tentang stok komoditi bulanan di Kabupaten Kaimana,” ujar Alexander saat ditemui di ruang kerjanya.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, saat ini terdapat 22 komoditi sayur-sayuran dan 6 komoditi umbi-umbian yang aktif diproduksi oleh para petani lokal. Produksi sayur segar setiap bulan mencapai ratusan kilogram hingga sekitar lima ton untuk setiap jenis komoditi.

Menurut Alexander, produksi tersebut masih mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Namun, kebutuhan pangan diperkirakan akan meningkat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Jumlah ini, kalau hanya untuk kebutuhan konsumsi masyarakat, masih cukup. Namun jika digabung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), maka produksi bisa cepat habis. Maka itu, kami akan hitung ulang kebutuhan MBG per bulan,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah menetapkan zona sayur dengan memperbanyak kelompok tani aktif guna menjaga stabilitas produksi dan meningkatkan kapasitas pertanian lokal.

“Kelompok-kelompok tani yang ada saat ini sudah berhasil meningkatkan produksi sayur. Itu sebabnya sejauh ini pelaksanaan program MBG tidak mengalami kekurangan,” tambah Alexander.

Selain memperkuat sektor hortikultura, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah strategis melalui pembentukan kampung-kampung penyangga pangan yang akan difokuskan pada produksi padi.

“Kami targetkan agar setiap kampung bisa punya kebun padi seluas dua hektar. Ini akan menjadi penyangga stok pangan pokok bagi masyarakat di masa depan,” tegasnya.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kaimana dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan, menyukseskan program nasional seperti MBG, sekaligus mendorong kemandirian petani lokal dan penguatan ekonomi masyarakat di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....