Telur Asin dan Bahayanya jika Dikonsumsi Secara Berlebihan
- 29 Mar 2026 20:27 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana - Siapa yang bisa menolak gurihnya telur asin? Menjadi teman setia rawon, soto, atau sekadar disantap dengan nasi hangat, telur bebek yang diawetkan ini memang punya cita rasa "masir" yang bikin ketagihan. Namun, di balik kelezatannya, ada lampu kuning yang perlu kita perhatikan.
Proses pembuatan telur asin melibatkan perendaman dalam media garam berkadar tinggi dalam waktu lama. Inilah yang membuat kandungan nutrisinya berubah drastis dibandingkan telur biasa.
Berikut adalah beberapa risiko kesehatan jika Anda terlalu sering "khilaf" mengonsumsi telur asin:
- Lonjakan Tekanan Darah (Hipertensi)
Ini adalah ancaman paling nyata. Satu butir telur asin bisa mengandung lebih dari 1.000 mg natrium. Padahal, organisasi kesehatan dunia menyarankan batas konsumsi natrium harian tidak lebih dari 2.000 mg (setara satu sendok teh garam).
Efeknya: Kelebihan natrium mengikat air dalam pembuluh darah, meningkatkan volume darah, dan memaksa jantung bekerja lebih keras. Jika dibiasakan, risiko hipertensi pun tak terelakkan. - Kolesterol Tinggi
Telur bebek secara alami memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang lebih tinggi dibanding telur ayam. Dalam satu butir telur asin, terdapat sekitar 300-600 mg kolesterol.
Risikonya: Mengonsumsi kolesterol jauh melampaui kebutuhan harian dapat memicu plak pada pembuluh darah (aterosklerosis), yang merupakan pintu masuk menuju penyakit jantung dan stroke. - Beban Kerja Ginjal Meningkat
Ginjal bertugas menyaring limbah dari darah, termasuk kelebihan garam. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang sangat asin secara terus-menerus, ginjal harus bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan natrium tersebut. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menurunkan fungsi ginjal. - Risiko Obesitas dan Retensi Air
Pernah merasa tubuh terasa "bengkak" setelah makan asin? Itu disebut retensi air. Garam yang tinggi membuat tubuh menahan cairan. Selain itu, kalori telur asin yang cukup tinggi jika dikombinasikan dengan pola makan tidak teratur dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan.
Bagi penderita hipertensi, gagal ginjal, atau kolesterol tinggi, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan telur asin ke dalam menu diet.( Sumber artikel : Alodokter.com )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....