Sinode GKI Serukan Pertobatan Menyeluruh Papua

  • 05 Feb 2026 20:29 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Badan Pekerja Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua menyerukan pertobatan menyeluruh sebagai roh utama dalam perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (HUT PI) ke-171 di Tanah Papua, yang diperingati pada 5 Februari 2026.

Seruan tersebut dibacakan Sekretaris Jemaat GKI Diaspora Utarom Kaimana, Penatua Samuel Mengkidi, saat ibadah peringatan HUT PI ke-171 di jemaat GKI Diaspora Utarom

Seruan ini tertuang dalam sambutan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th, yang disampaikan kepada seluruh Badan Pekerja Klasis GKI se-Tanah Papua untuk dibacakan dan dijadikan penguatan rohani bagi jemaat-jemaat.

Dalam sambutannya, Ketua Sinode menegaskan bahwa peristiwa 5 Februari 1855, saat Injil pertama kali diberitakan oleh Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler di Tanah Papua, bukan sekadar catatan sejarah, melainkan fondasi iman yang terus hidup dan menjadi jiwa Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.

Perayaan HUT PI ke-171 tahun ini mengusung tema “Pertobatan Mendatangkan Keselamatan.” Tema tersebut mengajak seluruh umat untuk tidak hanya mengenang karya Allah di masa lalu, tetapi juga melakukan refleksi kritis terhadap kondisi Papua masa kini yang masih diwarnai luka kekerasan, konflik berkepanjangan, penderitaan pengungsi, serta krisis ekologis.

Pdt. Andrikus Mofu menekankan bahwa pertobatan yang dimaksud bukan hanya bersifat rohani dan personal, melainkan harus terwujud secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan, meliputi spiritual, sosial, budaya, politik, dan ekologis.

Secara rohani, umat diajak menempatkan Kristus sebagai pusat hidup dan pelayanan gereja. Dalam aspek sosial, gereja dipanggil untuk berdiri bersama mereka yang miskin, tersingkir, dan terluka. Pada ranah budaya, gereja diharapkan membangun sikap saling menghargai, damai, serta meninggalkan egoisme kelompok.

Dalam dimensi politik, gereja diminta tetap setia pada panggilan kenabian, berani bersuara terhadap ketidakadilan tanpa terjebak dalam politik praktis, serta tidak berkompromi dengan kekuasaan yang menindas. Sementara pada aspek ekologis, gereja menegaskan penolakan terhadap segala bentuk eksploitasi alam dan perusakan tanah adat di seluruh Papua.

Badan Pekerja Sinode GKI juga mengajak seluruh jemaat untuk merawat ciptaan Tuhan secara konkret, antara lain dengan tidak mencemari lingkungan, tidak menebang hutan secara sembarangan, serta aktif menanam pohon sebagai bentuk tanggung jawab iman.

Melalui peringatan HUT PI ke-171 ini, GKI di Tanah Papua menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan Injil yang relevan, membebaskan, dan menyelamatkan, tidak hanya bagi orang Papua, tetapi juga sebagai kesaksian bagi Indonesia dan dunia.

Badan Pekerja Sinode menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pelayan gereja, dan umat yang telah berperan aktif menyukseskan perayaan ini, serta berharap momentum HUT PI ke-171 menjadi sarana berkat, damai sejahtera, dan pengharapan bagi gereja dan masyarakat di Tanah Papua.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....