Penyebab Batuk dengan Dahak atau Lendir Warna Putih

  • 31 Jul 2025 16:22 WIB
  •  Kaimana

KBRN, Kaimana: Batuk merupakan refleks alami, cara tubuh membersihkan saluran udara dan iritan (seperti lendir, alergen, atau asap) dan mencegah infeksi. Jika kamu batuk mengeluarkan lendir atau dahak berwarna putih, tentu kamu ingin tahu apa penyebabnya atau artinya bagi kesehatan.

Sebelumnya kita perlu bedanya lendir dengan dahak. Walaupun istilah lendir dan dahak sering digunakan secara bergantian, tetapi ada beberapa perbedaan di antara mereka:

l Lendir (mukus) adalah adalah cairan bening berserat yang diproduksi oleh kelenjar lendir di jaringan yang melapisi hidung, mulut, dan tenggorokan.

l Dahak (phlegm) adalah bentuk lendir yang diproduksi oleh paru-paru dan saluran pernapasan bagian bawah. Dahak menunjukkan adanya peradangan dan iritasi di paru-paru dan saluran udara.

l Lendir lebih sering dikeluarkan dari hidung, sementara dahak dikeluarkan dari paru-paru lewat batuk.

Banyak kondisi yang dapat menyebabkan batuk mengeluarkan lendir atau dahak warna putih. Dilansir dari IDN Times.com berikut ini beberapa Penyabab batuk dengan dahak atau lendir warna putih di antaranya:

1. Infeksi saluran pernapasan atas

Infeksi saluran pernapasan atas adalah infeksi yang memengaruhi saluran pernapasan bagian atas. Ini meliputi hidung, faring, laring, sinus, dan saluran udara besar.

Virus dan bakteri menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, yang mengakibatkan peningkatan produksi lendir saat tubuh mencoba membuangnya. Gejala lain mungkin termasuk:

l Batuk.

l Bersin.

l Hidung meler atau tersumbat.

l Sakit kepala.

l Demam ringan.

l Kelelahan.

Tergantung penyakitnya, gejala bisa berlangsung selama beberapa hari atau hingga tiga minggu.

2. Asma

Asma adalah kondisi kronis pada paru-paru yang menyebabkan penyempitan dan peradangan pada saluran udara. Ini juga menyebabkan peningkatan produksi lendir di saluran udara, yang dapat menurunkan aliran udara saat bernapas, terutama saat mengembuskan napas.

Gejala asma antara lain batuk, sesak napas, dan mengi.

Ada banyak hal yang dapat memicu gejala asma, seperti stres, alergen, asap rokok, dan polutan udara.

3. Sinusitis

Dahak berwarna putih dapat dihasilkan pada orang dengan sinusitis. Sinusitis merupakan peradangan yang memengaruhi rongga sinus di daerah hidung, mata, dan pipi. Kondisi ini bisa berlangsung selama 4 sampai 12 minggu.

Selain dahak putih, kamu mungkin juga mengalami demam, tekanan di dalam telinga, kelelahan, pilek, dan bau mulut.

4. Bronkitis

Bronkitis adalah peradangan pada saluran udara utama paru-paru, menyebabkan pembengkakan dan produksi lendir. Beberapa orang menjulukinya sebagai "pilek dada".

Kondisi ini dapat berlangsung selama sekitar satu bulan, dan berhubungan dengan gejala seperti batuk berdahak putih, yang dapat memburuk pada malam hari, kelelahan, mengi dan nyeri dada.

Gejala potensial bronkitis meliputi:

l Batuk.

l Demam.

l Pilek.

l Sakit tenggorokan.

l Perasaan umum ketidaknyamanan dada.

Penyebab umum bronkitis meliputi infeksi virus, polutan, dan alergen.

5. Refluks asam

Refluks asam adalah kondisi ketika asam lambung kembali naik ke kerongkongan atau mulut. Ini bisa disebabkan oleh obesitas atau usia. Gejala utamanya dapat meliputi sensasi terbakar (heartburn), batuk berdahak putih, suara serak, dan kerusakan gigi.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gastroenterologi untuk memastikan diagnosis dan memulai perawatan yang tepat.

6. Penyakit paru obstruktif kronis

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah nama untuk sekelompok kondisi kronis yang menghalangi aliran udara dan mengakibatkan masalah pernapasan. Gejalanya meliputi:

Produksi lendir atau dahak berlebih (bisa berwarna putih atau warna lainnya).

l Sesak napas.

l Sering mengi atau batuk.

l Kesulitan mengambil napas dalam-dalam.

Paparan asap tembakau adalah faktor risiko utama PPOK.

PPOK tidak ada obatnya. Perawatan medis dapat melibatkan oksigen tambahan dan obat-obatan.

7. Alergi makanan

Alergi makanan adalah reaksi sistem yang dimiliki tubuh terhadap beberapa makanan, seperti kacang tanah, susu, telur, makanan laut, gandum atau kedelai.

Gejala muncul dalam waktu 20 menit sampai 2 jam setelah makan, dan dapat bervariasi dari orang ke orang. Gejala umum termasuk gatal, lepuh di kulit, batuk berdahak putih, mual, dan muntah.

Alergi yang serius dapat menyebabkan syok anafilaksis, yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, pembengkakan pada bibir dan kesulitan bernapas. Jika mengalaminya, cepat-cepat cari pertolongan medis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....