UIN KHAS Jember Peringati Nuzulul Qur’an
- 10 Mar 2026 22:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar peringatan Nuzulul Qur’an dalam rangkaian program Joyful Ramadan di Masjid Sunan Ampel kampus setempat, Senin, 9 Maret 2026 sore. Kegiatan ini menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin Jember, KH. Mushodiq Fikri Faruq, dan diikuti sivitas akademika UIN KHAS Jember.
Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa tersebut diisi dengan tausiyah keagamaan, refleksi Ramadan, salat berjamaah, serta buka puasa bersama.
Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., mengatakan peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya mengenang turunnya kitab suci Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pengingat lahirnya peradaban besar yang berakar pada tradisi membaca atau iqra’.
Menurutnya, wahyu pertama yang memerintahkan membaca menjadi fondasi lahirnya peradaban ilmu dalam Islam.
“Peringatan turunnya Al-Qur’an bukan hanya mengenang sebuah kitab suci, tetapi juga menandai kelahiran peradaban iqra’, sebuah peradaban literasi yang mendorong umat Islam membaca, memahami, dan menguasai berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.
Prof. Hepni menjelaskan tradisi membaca dalam Islam tidak hanya terbatas pada teks wahyu, tetapi juga mencakup membaca realitas kehidupan. Umat Islam, kata dia, diajak memahami dua jenis ayat, yakni ayat qauliyah yang tertulis dalam Al-Qur’an dan ayat kauniyah yang tercermin dalam fenomena alam.
Ia menegaskan tradisi literasi yang kuat menjadi kunci kemajuan peradaban umat.
“Ketika tradisi membaca ini terus dikembangkan, umat Islam akan mencapai puncak kejayaan peradaban. Tidak ada pencapaian besar tanpa tradisi literasi yang kuat,” katanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Mushodiq Fikri Faruq menyampaikan bahwa kemuliaan Ramadan tidak hanya karena ibadah puasa, tetapi juga karena pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai sumber keberkahan bagi umat manusia.
“Ramadan menjadi mulia karena Allah memuliakannya dengan turunnya Al-Qur’an. Siapa pun yang terhubung dengan Al-Qur’an akan mendapatkan keberkahan,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa ilmu dalam Islam harus berjalan seiring dengan iman dan akhlak agar tidak kehilangan arah. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya adab kepada guru dalam tradisi keilmuan pesantren sebagai bagian dari menjaga keberkahan ilmu.
Melalui kegiatan Joyful Ramadan ini, UIN KHAS Jember berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks keagamaan, tetapi juga menjadi inspirasi dalam membangun budaya akademik yang berlandaskan iman, ilmu, dan akhlak.
Kegiatan diakhiri dengan buka puasa bersama yang diikuti pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.