Kampanye Anti Korupsi Sasar Ratusan Kepala Madrasah

  • 31 Okt 2025 13:45 WIB
  •  Jember

KBRN, Bondowoso: Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso menggelar Kampanye Anti Korupsi yang diikuti ratusan kepala madrasah dan komite sekolah tingkat MTs dan MA, Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam pengelolaan keuangan madrasah agar lebih transparan, akuntabel, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bondowoso, Tofan Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 392 peserta yang diundang, namun yang hadir sekitar 196 orang karena sebagian lainnya berhalangan hadir. Meski begitu, ia menilai antusiasme peserta yang datang menunjukkan kepedulian tinggi terhadap tata kelola pendidikan yang bersih.

“Kegiatan ini sangat penting untuk kelangsungan madrasah karena ada penguatan langsung dari kejaksaan, khususnya bagi kepala madrasah dan komite. Ini bagian dari pembinaan agar pengelolaan keuangan madrasah berjalan sesuai aturan,” ujar Tofan.

Ia menerangkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Kejaksaan Agung yang dilaksanakan secara berjenjang hingga ke tingkat kabupaten. Kolaborasi antara Kejaksaan dan Kemenag diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan dan mencegah potensi penyimpangan dalam penggunaan anggaran pendidikan di madrasah.

“Ini menjadi target Kejaksaan Agung ke provinsi dan kabupaten. Kami bersinergi agar pengelolaan keuangan madrasah betul-betul mematuhi aturan dan petunjuk teknis yang ada,” ungkapnya.

Tofan menambahkan, kegiatan ini juga merupakan bentuk transparansi kepada masyarakat dan wali murid terkait penggunaan dana di madrasah. Setelah kampanye ini, Kemenag bersama Kejari Bondowoso akan melakukan road show ke madrasah-madrasah di tingkat bawah untuk melakukan pengawasan dan evaluasi secara langsung.

“Setelah ini kami bersama kejaksaan akan turun ke lapangan. Di setiap titik nanti kejaksaan akan bersosialisasi dengan masyarakat, terutama wali murid dan lembaga pendidikan. Ini akan dilakukan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Melalui kampanye ini, Kemenag dan Kejari Bondowoso berharap seluruh madrasah di daerah tersebut dapat menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam setiap pengelolaan dana pendidikan, sehingga kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan berbasis agama semakin meningkat.

Rekomendasi Berita