Warga Puger Kulon Belajar Ubah Sampah Jadi Berkah
- 13 Okt 2025 00:59 WIB
- Jember
KBRN, Jember: Di tengah udara hangat siang hari di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, suara tawa ibu-ibu PKK terdengar riuh di balai desa. Di hadapan mereka, botol-botol bekas dan sisa sayuran yang biasanya berakhir di tong sampah kini berubah fungsi.
Mereka sedang belajar membuat eco enzyme dan sabun cair dari sampah rumah tangga kegiatan yang tak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Inisiatif ini datang dari Politeknik Negeri Jember (Polije) melalui program pengabdian bertajuk “Implementasi Eco-Friendly Project Berbagai Produk Olahan Sampah.” Program ini dilaksanakan pada Agustus 2025 oleh tim dosen Polije yang dipimpin Gamasiano Alfiansyah, S.K.M., M.Kes., bersama rekan-rekannya Ria Chandra Kartika, Selvia Juwita Swari, Mudafig Riyan Pratama, dan Imam Abrori.
Selama ini, sebagian besar warga masih membakar atau membuang sampah ke sungai. Melalui pendampingan dari tim Polije, mereka diajak memandang sampah dari sisi yang berbeda.
“Kami ingin masyarakat mampu melihat potensi ekonomi dari limbah rumah tangga. Ketika pengelolaan sampah dilakukan dengan benar, manfaatnya tidak hanya bagi lingkungan, tapi juga bagi peningkatan pendapatan warga,” jelas Gamasiano Minggu (12/10/2025).
Dalam pelatihan itu, warga diajarkan membuat berbagai produk dari bahan yang semula dianggap tidak berguna eco enzyme dari sisa buah dan sayur, sabun cair dari minyak jelantah, deterjen dan scrub alami dari bahan organik, hingga masker wajah berbahan ramah lingkungan. Tak berhenti di situ, tim dosen juga memberikan pelatihan digital marketing agar para peserta mampu memasarkan produk mereka melalui media sosial dan toko daring.
Program ini tidak hanya melahirkan keterampilan baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan warga. Kini, sekelompok masyarakat di Puger Kulon telah rutin mengolah sampah rumah tangga dan menjual hasil produksinya secara online. Hasilnya mulai terlihat lingkungan lebih bersih, dan pendapatan keluarga pun meningkat.
Bagi Polije, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen perguruan tinggi vokasi dalam memberdayakan masyarakat desa menuju kehidupan yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial, Desa Puger Kulon perlahan berubah menjadi contoh nyata desa ramah lingkungan tempat di mana sampah tak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber berkah.