Air Mata Naura dan Pelukan Hangat Bupati Ipuk
- 10 Sep 2025 21:34 WIB
- Jember
KBRN, Banyuwangi: Suasana sore di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Banyuwangi mendadak haru. Di tengah lantunan lagu “Ibu” yang merdu, Naura, siswi kelas I SD, tak kuasa menahan rindu. Mata mungilnya berkaca-kaca sebelum akhirnya menangis tersedu. “Ibuk… Ibuk…,” panggilnya lirih, memecah keheningan aula sederhana itu.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, yang hadir meninjau kegiatan sekolah, spontan meraih Naura ke pangkuannya. Ia memeluk erat bocah enam tahun itu, sembari mengelus pipi dan pundaknya. Pelukan itu bukan sekadar menghibur, tapi juga menyampaikan kehangatan seorang ibu yang dirindukan. Sejenak, suasana menjadi begitu emosional, bukan hanya bagi Naura, tetapi juga bagi puluhan siswa dan para pejabat yang mendampingi Ipuk.
Naura telah dua bulan tinggal di asrama Sekolah Rakyat, sebuah lembaga pendidikan berbasis asrama untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Berlokasi di Gedung Pendidikan dan Pelatihan PNS, Desa Licin, sekolah ini menjadi rumah kedua bagi 125 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Jarak dengan keluarga membuat kerinduan mudah menyeruak, apalagi ketika lagu bertema kasih sayang ibu dinyanyikan.
Tangisan tidak hanya datang dari Naura. Beberapa siswa lain pun meneteskan air mata. Bahkan Ipuk terlihat menyeka pipinya yang basah. Beberapa kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) yang mendampingi juga terdiam, menahan haru. Momen itu mengingatkan semua yang hadir tentang arti perjuangan dan pengorbanan.
“Saat ini kalian sedang berjuang. Sekolah ini menjadi bekal untuk masa depan kalian. Jadi tetap sabar dan semangat belajar. Nikmati semua prosesnya,” ucap Ipuk dengan suara bergetar, Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan, kerinduan yang dirasakan para siswa adalah bagian dari perjalanan besar menuju masa depan. “Kami tahu kalian rindu rumah, rindu orang tua. Tapi yakinlah, apa yang kalian perjuangkan saat ini akan dinikmati di masa depan yang lebih baik,” tutur Ipuk.
Sekolah Rakyat Banyuwangi berdiri sebagai upaya Pemkab membantu anak-anak kurang mampu memperoleh pendidikan yang layak. Semua kebutuhan makan dan belajar siswa dijamin. Bupati Ipuk, yang didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, ingin memastikan kegiatan pembelajaran berjalan baik.
“Kami ingin melihat langsung bagaimana progres Sekolah Rakyat Banyuwangi. Sekaligus memastikan bahwa semua kegiatan di sini berjalan dengan lancar,” kata Ipuk.
Bagi siswa seperti Hasyiela Zahra, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Menurut Zahra di Sekolah Rakyat banyak teman baru yang sudah menjadi saudaranya sendiri.
“Senang sekali. Di sini kebutuhan makan dan pendidikan kita terjamin. Kita juga bisa bertemu banyak teman baru, bahkan seperti saudara,” ujar Zahra siswi kelas 10 SMA itu.
Hal serupa dirasakan Erlangga Frenky, siswa kelas 2 SMP. Frenky mengaku Sekolah Rakyat sangat membantu bagi siswa kurang mampu, karena semuanya sudah disediakan oleh pemerintah.
“Bisa meringankan beban orang tua karena gratis di sini. Di sini juga menyenangkan karena nyaman dan banyak teman,” kata Frenky.
Di balik air mata sore itu, ada tekad dan semangat yang tumbuh. Sekolah Rakyat bukan hanya memberi pendidikan, tetapi juga membentuk ketangguhan dan harapan. Pelukan hangat Bupati Ipuk untuk Naura dan beberapa siswa lainnya menjadi simbol bahwa setiap perjuangan kecil anak-anak itu tidak akan dibiarkan sendiri.