Festival Sego Lemeng Hidupkan Cita Rasa Khas Osing

  • 06 Sep 2025 19:47 WIB
  •  Jember

KBRN, Banyuwangi: Kabupaten Banyuwangi kembali menghadirkan kekayaan kuliner yang menggugah selera. Lewat Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek, Desa Banjar, Kecamatan Glagah, menjadi panggung utama perayaan cita rasa khas Suku Osing, Sabtu (6/9/2025).

Sego lemeng dan kopi uthek bukan sekadar makanan dan minuman biasa. Keduanya adalah simbol kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, sekaligus potret kedekatan masyarakat dengan alam.

Sego lemeng dibuat dari nasi yang digulung daun pisang, berisi cacahan daging ayam atau ikan laut, lalu dibakar dalam bilah bambu. Aroma asap bambu yang meresap menciptakan rasa gurih dan sedap, berbeda dari sajian nasi lainnya.

Sementara kopi uthek hadir dengan cara unik yang jarang ditemui. Alih-alih gula putih, minuman ini dipadukan dengan potongan kecil gula aren yang digigit bersamaan saat kopi diseruput.

Festival ini berlangsung meriah dan menyedot perhatian ratusan pengunjung. Tak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara pun turut hadir menikmati kelezatan kuliner dan hangatnya suasana.

“Saya sudah mencoba sego lemeng. Enak, rasanya sangat otentik,” ujar Stefano, wisatawan asal Italia, Sabtu (6/9/2025).

Beragam kesenian tradisional ikut menambah semarak festival. Mulai dari tarian khas Osing, lantunan hadrah, hingga iringan musik gamelan, semua dipersembahkan untuk menyambut para tamu.

“Saya sangat beruntung bisa ke sini. Kulinernya nikmat, warganya ramah, budayanya juga beragam. Saya sangat suka musik, tarian, dan alamnya. Ini akan menjadi memori indah,” ucap Stefano dengan wajah sumringah.

Festival ini resmi dibuka Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjaga warisan kuliner khas, tetapi juga bagian dari promosi wisata Banyuwangi.

“Tak hanya itu, event yang menjadi rangkaian Banyuwangi Festival 2025 ini sekaligus mengangkat potensi wisata Desa Banjar,” ujar Mujiono.

Desa Banjar memang menyimpan pesona alam menakjubkan. Terletak di kaki Gunung Ijen, wilayah ini dikelilingi persawahan hijau dengan latar pegunungan yang memanjakan mata.

Tak ketinggalan, sego lemeng juga menyimpan kisah sejarah perjuangan rakyat. Konon, makanan ini menjadi bekal para gerilyawan saat bersembunyi di hutan melawan penjajah Belanda, menjadi simbol keteguhan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Rekomendasi Berita