Wenak Dorong Warung Rakyat Naik Kelas
- 24 Feb 2026 13:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Warung Naik Kelas (Wenak) yang digagas Bupati Ipuk Fiestiandani. Sejak 2021 hingga 2025, sebanyak 1.559 warung rakyat telah menerima bantuan alat dan modal usaha untuk meningkatkan kapasitas usahanya.
Memasuki 2026, bantuan kembali disalurkan, salah satunya kepada Saimah (57), pelaku usaha makanan ringan di Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Senin, 23 Februari 2026. Selama 2 tahun terakhir, Saimah memproduksi camilan rumahan seperti marning jagung, keripik pisang, kacang pletek, dan ladrang.
Ipuk menegaskan program Wenak dirancang untuk memperkuat usaha mikro agar lebih produktif dan berkelanjutan. Bantuan yang diberikan bukan sekadar stimulan, tetapi menjadi pintu masuk pembinaan usaha rakyat.
“Warung rakyat ini adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Kalau kita kuatkan dari bawah, dampaknya akan terasa langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Ipuk, Rabu 24 Februari 2026.
Setiap penerima memperoleh bantuan modal Rp1 juta yang bisa digunakan untuk memperbaiki atau menambah peralatan produksi dan stok dagangan. Selain itu, pelaku usaha juga difasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha agar lebih mudah mengakses pembiayaan dan program pendampingan lainnya.
Saimah mengaku bantuan tersebut sangat membantu karena sebagian peralatan produksinya mulai rusak. Dengan dukungan alat baru, ia optimistis kapasitas produksi bisa meningkat.
“Alhamdulillah sangat membantu. Jadi saya bisa lebih fokus produksi tanpa khawatir alat rusak,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan penerima Wenak selalu berganti setiap tahun agar manfaatnya merata. Program ini juga mendapat dukungan CSR dari sejumlah perusahaan.
"Melalui Wenak, kami berharap usaha mikro semakin mandiri, memiliki daya saing, serta mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa secara berkelanjutan," ungkap Nanin.