Nikmatnya Cendol Dawet, Minuman Segar Paling Diburu saat Ramadan
- 24 Feb 2026 10:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Memasuki bulan suci Ramadan, berbagai hidangan dan jajanan khas Nusantara kembali menjadi primadona. Salah satu yang paling diburu masyarakat saat waktu berbuka puasa, selain petulo, adalah es cendol dawet, minuman segar asli Indonesia yang terkenal dengan cita rasa manis dan gurihnya.
Es cendol dawet merupakan minuman tradisional yang terbuat dari tepung beras atau tepung hunkwe yang dibentuk menyerupai butiran cacing berwarna hijau, kemudian disajikan dengan santan segar, gula merah cair, dan es batu. Perpaduan rasa manis dari gula aren dan gurihnya santan menjadikan minuman ini sebagai pelepas dahaga yang sempurna setelah seharian berpuasa.
Di berbagai daerah seperti Yogyakarta dan Surakarta, es dawet memiliki ciri khas tersendiri. Dawet ayu dari Banjarnegara, misalnya, terkenal dengan tekstur cendolnya yang lembut dan aroma gula merah yang khas. Sementara di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, es cendol kerap disajikan dengan tambahan nangka untuk memperkaya cita rasa.
Di Kabupaten Jember, salah satu pelaku UMKM yang kebanjiran pesanan selama Ramadan adalah Warung Mbok Nay. Selama bulan puasa, penjualan es cendol dawetnya meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Banyak pembeli yang rela antre bahkan melakukan pemesanan terlebih dahulu (pre-order) untuk menjadikan es cendol dawet Warung Mbok Nay sebagai menu takjil favorit.
Menurut pemilik Warung Mbok Nay, peningkatan permintaan terjadi karena es cendol dianggap mampu mengembalikan energi dengan cepat berkat kandungan gula alami dari gula merah dan santan. Selain itu, racikan cendolnya juga dipadukan dengan jenang mutiara dan tape, menambah cita rasa manis dan tekstur yang khas. Sensasi dingin dan segarnya sangat cocok untuk menghilangkan rasa haus setelah berpuasa lebih dari 12 jam,Dengan harga Rp7.500 per porsi, masyarakat sudah dapat menikmati segelas es cendol dawet yang menyegarkan untuk berbuka puasa.
Tidak hanya digemari masyarakat lokal, es cendol kini juga mulai dikenal wisatawan mancanegara sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Indonesia. Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang autentik, minuman ini tetap bertahan di tengah gempuran minuman modern.
Ramadan pun menjadi momen istimewa bagi para penjual es cendol dawet untuk meraup rezeki lebih, sekaligus melestarikan warisan kuliner Nusantara yang telah turun-temurun dinikmati berbagai generasi.