Tunas Muda Hamadi Mati Suri, Regenerasi Sepakbola Terancam Terputus
- 29 Agt 2026 17:24 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Klub sepak bola Tunas Muda Hamadi yang bernaung di Kota Jayapura, Papua, kini berada dalam kondisi keprihatinan akibat kepengurusan yang tidak aktif dan minim kepedulian terhadap kelangsungan organisasi.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada program pembinaan sekolah sepak bola (SSB) serta mengancam regenerasi pesepak bola muda di wilayah pesisir Hamadi.
Mantan pemain Tunas Muda Hamadi Rony menyayangkan kondisi jajaran pengurus yang dinilainya abai terhadap amanah pembinaan usia dini.
"Tunas Muda Hamadi itu punya sejarah panjang melahirkan bakat-bakat lokal. Sangat disayangkan jika harus mati suri hanya karena pengurusnya tidak peduli dan tidak memiliki program kerja yang jelas," kata Rony di Jayapura, Sabtu (29/8/2026).
Ia menjelaskan vakumnya organisasi membuat seluruh kegiatan pembinaan terjadi kemunduran. Lapangan yang biasa digunakan anak-anak untuk berlatih kini jauh dari aktivitas pembentukan karakter dan olah bola.
"Kita berharap Tunas Muda Hamadi ini bisa kembali berjaya seperti dulu. Kita lihat beberapa tahun lalu banyak pemain-pemain tapi sekarang beda, saya rasa ada kemunduran," jelas Rony.
Ia mendesak agar dilakukan evaluasi total atau reformasi kepengurusan secara menyeluruh. Menurutnya, pengurus yang tidak lagi memiliki komitmen dan waktu sebaiknya memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang lebih berdedikasi.
"Mungkin perlu adanya penyegaran dalam kepengurusan, supaya apa yang kita harapkan sebagai mantan pemain bisa ada generasi-generasi berikutnya. Sepak bola butuh kerja nyata dan kepedulian tinggi, bukan hanya nama yang tercantum di struktur organisasi, yang jadi korban adalah masa depan anak-anak kita," tegas Rony.
Kata Rony, penyegaran kepengurusan bukan menjadi kepentingan pribadi, melainkan semata untuk masa depan generasi sepakbola Tunas Muda untuk tanah Papua.
"Ini bukan kepentingan pribadi atau kepentingan apapun. Tapi saya lihay untuk adik-adik yang memang mau berprestasi untuk sepakbola. Ini juga harapan dari orang tua agar anak-anak kita ini punya wadah pengembangan supaya jauh dari hal negatif juga dari sepakbola," ujarnya.
Senada disampaikan Paulus Gedy yang mengakui dampak dari kepengurusan proses latihan rutin, keikutsertaan dalam turnamen tidak berjalan.
"Mungkin ke depan untuk Tunas Muda bisa kembali punya nama besar. Tapi kalau kondisi pengurus tidak proaktif regenerasi terputus. Banyak orang tua di Hamadi ini justru membawa anak-anak berlatih di SSB lain bukan di SSB Tunas Muda Hamadi, disayangkan sekali kondisinya," jelas Paulus.
Ia menyebutkan keberadaan Tunas Muda Hamadi dalam proses pembinaan hingga keikutsertaan di berbagai iven jauh berbeda dari sebelumnya.
"Dulu lebih bagus dari sekarang, biar ada iven jauh dimana tetap bisa kumpul jadi satu, kompak. Orang diluar tahu tim sepakbola Tunas Muda paling ditakuti, tapi sekarang tidak karena vakum organisasi ini, padahal punya SSB yang bisa jadi wadah generasi kita. Saya rasa secepatnya ada perubahan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....