Montella: Turki Tinggalkan Piala Dunia dengan Kepala Tegak

  • 27 Jun 2026 00:49 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pelatih tim nasional Turki, Vincenzo Montella, mengimbau para pemainnya untuk tetap berpikiran positif meskipun harus tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026 usai menelan kekalahan 1-0 dari Paraguay di Stadion San Francisco Bay Area.

Berbicara seusai laga, Montella mengakui adanya rasa kecewa atas gugurnya Turki setelah hanya melakoni dua pertandingan fase grup.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Turki harus menjadikan kegagalan ini sebagai motivasi menjelang laga pamungkas turnamen melawan tuan rumah sekaligus juara Grup D, Amerika Serikat.

"Mereka boleh keluar dari ruang ganti dengan perasaan sedih, karena kita semua pun merasakannya. Namun, mereka harus meninggalkan ruang ganti dengan kepala tegak. Tidak ada yang perlu mereka sesali terkait sikap maupun komitmen mereka di lapangan,” ujar Montella, Sabtu (20/6/2026).

"Kami harus menyatukan semua aspek tersebut di lapangan dalam mempersiapkan diri menghadapi laga berikutnya. Itu adalah tanggung jawab dan tugas kami, dan kami harus menunjukkan kembali semangat yang telah menjadi ciri khas kami hingga saat ini,” ucap dia.

Di saat Turki meratapi hilangnya peluang untuk melajut ke babak berikutnya, Paraguay justru merayakan kemenangan yang menjaga asa mereka untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar.

Skuad asuhan Gustavo Alfaro memimpin terlebih dahulu lewat Matias Galarza, yang golnya menjadi gol tercepat di Piala Dunia kali ini karena tercipta hanya dalam waktu 64 detik. Setelah itu, mereka harus berjuang keras menahan gempuran lawan pascakartu merah Miguel Almiron di akhir babak pertama demi mempertahankan kemenangan yang sangat berharga ini.

Penjaga gawang Orlando Gill menekankan betapa pentingnya mengamankan tiga poin penuh setelah kekalahan Paraguay di laga pembuka.

"Ini adalah kemenangan yang sangat krusial. Kami tahu bahwa kami harus meraih tiga poin tersebut dengan cara apa pun, dan bersyukur kami berhasil membawanya pulang. Sekarang saatnya untuk beristirahat, memulihkan fisik, dan mulai hari Senin nanti, kami akan mengalihkan fokus penuh pada laga hari Kamis,” jelasnya.

Laga berikutnya merupakan pertandingan hidup-mati di Grup D melawan Australia. Hasil dari laga tersebut akan menentukan tim yang berhak lolos sebagai runner-up di bawah Amerika Serikat, sementara tim yang finis di peringkat ketiga harus bergantung pada hasil dari grup lain untuk dapat melaju.

Sementara itu, pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, mengungkapkan bahwa meredam kreativitas lini tengah Turki merupakan bagian utama dari strategi permainannya, dengan perhatian khusus yang ditujukan kepada pengatur serangan Real Madrid, Arda Guler.

"Kami tahu bahwa kami harus memanfaatkan skema serangan balik karena ada ruang kosong di pertahanan mereka. Oleh sebab itu, kontribusi Matias adalah memberikan keseimbangan, posisi bertahan yang disiplin, lalu menerapkan penjagaan ganda di area pergerakan, serta langsung menutup ruang gerak Guler begitu ia mulai mengkreasi peluang,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....