Fanatisme Buta: Euforia Piala Dunia
- 17 Jun 2026 03:27 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Pesta bola sejagat selalu berhasil menyihir jutaan pasang mata untuk hanyut dalam perayaan kemenangan yang luar biasa dahsyat. Namun, kegembiraan yang meluap secara ekstrem sering memicu tindakan anarkis yang merugikan banyak pihak di berbagai tempat.
Melansir analysis of Global Sports Fan Behavior and Public Security Reports, fanatisme buta kerap terjadi. Fanatisme buta, kerap mengubah perayaan damai menjadi kekacauan massal yang mengerikan. Dari yang berjalan tertib, hingga berujung ricuh karena ketidakpuasan suporter.
Banyak fasilitas publik mengalami kerusakan parah akibat luapan emosi massa yang tidak mengontrol diri mereka sendiri secara bijak. Bentrokan antarsuporter di jalanan, juga menjadi pemandangan kelam yang mencoreng nilai sportivitas tinggi dalam sebuah turnamen besar dunia.
Pemerintah kota terpaksa mengerahkan ribuan personel keamanan tambahan, demi menjaga situasi kondusif selama turnamen sepak bola akbar berlangsung. Langkah preventif ini, sayangnya membutuhkan biaya operasional yang sangat besar dan menguras anggaran daerah secara signifikan setiap musimnya.
Psikolog menyebutkan, fenomena ini terjadi karena hilangnya identitas individual saat seseorang bergabung dalam kelompok suporter yang fanatik. Mereka cenderung melupakan norma sosial dan hukum yang berlaku, akibat tekanan emosional serta dorongan euforia kolektif yang kuat.
Oleh karena itu, edukasi budaya mendukung yang sehat dan damai, harus terus digaungkan kepada seluruh lapisan masyarakat luas. Menikmati indahnya sepak bola seharusnya melahirkan persaudaraan yang erat, bukan justru memupuk dendam dan permusuhan yang merusak segalanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....