BRMP Targetkan Papua Swasembada Beras dalam 3 Tahun

  • 02 Okt 2026 18:40 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua menargetkan swasembada beras dalam dua hingga tiga tahun. Target tersebut didorong melalui penerapan teknologi, mekanisasi, dan sistem pertanian modern.

Kepala BRMP Papua, Aser Rouw, mengatakan pendekatan yang digunakan yakni Pertanian Modern Advanced Agriculture System atau PMAAS. Sistem tersebut mengatur jarak tanam lebih rapat untuk meningkatkan populasi tanaman tiga hingga empat kali.

“Populasi yang meningkat kita dekati dengan manajemen yang presisi,” kata Aser usai panen padi di Koya Timur, Kamis, 1 Oktober 2026. “Pemupukannya terukur, pemeliharaan juga terukur, dan full mekanisasi.”

Penerapan sistem tersebut telah diuji melalui lahan percontohan seluas dua hektare di Koya Timur, Distrik Muara Tami. Hasil panen mencapai sekitar delapan ton per hektare, lebih tinggi dari rata-rata produksi padi Papua sekitar lima ton.

Aser mengatakan produktivitas masih dapat ditingkatkan hingga 10 sampai 12 ton per hektare. Peningkatan tersebut membutuhkan penerapan teknologi, benih unggul, pemupukan, dan mekanisasi secara optimal.

Kementerian Pertanian menargetkan penerapan sistem pertanian modern pada satu juta hektare lahan secara nasional. Papua mendapat alokasi penerapan sistem tersebut sekitar 425 hektare.

Papua saat ini memiliki sekitar 1.807 hektare sawah baku, di luar lahan yang sedang dicetak. Jika seluruh lahan dioptimalkan, produksinya diperkirakan dapat mencapai lebih dari 5.000 ton.

“Kalau cetak sawah selesai dan pendekatan yang sama diterapkan, saya yakin Papua bisa swasembada,” ujar Aser. “Targetnya seratus persen dalam dua sampai tiga tahun.”

Aser mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak di sektor pertanian. Pihak yang terlibat meliputi BRMP, pemerintah daerah, BPS, Bulog, dan pemangku kepentingan lainnya.

Jika produksi beras mencapai surplus, Papua berpeluang memasok kebutuhan beras wilayah sekitar. Aser menyebut Maluku dan kawasan negara tetangga sebagai wilayah yang berpotensi menerima pasokan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....