Pascakericuhan USTJ, Kodam Cenderawasih Imbau Masyarakat Tetap Tenang
- 30 Sep 2026 20:37 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau masyarakat, khususnya civitas akademika dan warga Kota Jayapura, tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi menyikapi kerusuhan yang terjadi dalam aksi mimbar bebas mahasiswa di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Padang Bulan, Distrik Heram, Rabu (30/9/2026).
Aksi yang awalnya berlangsung dalam bentuk mimbar bebas di Halaman Hijau USTJ tersebut, diikuti sekitar 100 mahasiswa. Dalam kegiatan itu, mahasiswa membahas Perjanjian Roma dan berbagai persoalan Papua.
Situasi kemudian berkembang setelah sebagian massa mendatangi tiang bendera utama kampus dan menaikkan bendera bermotif Bintang Kejora. Sejumlah spanduk juga dibentangkan dengan berbagai tuntutan dan pernyataan terkait penentuan nasib sendiri Papua, Perjanjian Roma serta permintaan intervensi lembaga internasional.
Di lokasi turut terlihat sejumlah bendera dengan motif Bintang Kejora, RMS Maluku dan Bulan Bintang Aceh. Ketegangan meningkat setelah aparat keamanan tiba di lingkungan kampus. Berdasarkan laporan lapangan, kedatangan personel mendapat reaksi berupa pelemparan batu.
Aparat kemudian melakukan upaya persuasif dan negosiasi dengan mengimbau massa menghentikan kegiatan serta menurunkan bendera bermotif Bintang Kejora.
Namun, ketegangan kembali terjadi saat aparat berupaya menurunkan bendera. Massa melakukan perlawanan dengan melempar batu sehingga aparat melakukan tindakan pengendalian massa menggunakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan konsentrasi massa.
Situasi selanjutnya meluas ke luar lingkungan kampus. Massa dilaporkan melakukan pembakaran lapak pinang di sekitar depan Alfamidi Padang Bulan serta melakukan pemalangan Jalan Raya Waena-Abepura yang sempat menyebabkan arus lalu lintas terhenti.
Personel Korem 172/PWY turut membantu memadamkan api, sementara aparat keamanan melakukan pengamanan di sekitar lokasi.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Tri Purwanto, mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat, namun pelaksanaannya perlu tetap memperhatikan ketertiban umum, keselamatan masyarakat dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya civitas akademika dan generasi muda, untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan agar tetap aman sehingga kegiatan akademik dapat berjalan dengan baik,” ujar Kolonel Inf. Tri Purwanto.
Ia menegaskan, aparat keamanan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif. Setiap tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban akan ditangani sesuai kewenangan dan ketentuan hukum yang berlaku.
Kapendam juga mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pihak perguruan tinggi serta para orang tua untuk bersama-sama membuka ruang dialog dan memberikan pendampingan kepada generasi muda.
Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan di Papua membutuhkan komunikasi yang terbuka, pendekatan yang proporsional serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum diketahui sumber dan kebenarannya, terutama melalui media sosial.
Informasi yang tidak terverifikasi, kata dia, berpotensi memperkeruh situasi dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana tetap damai, menghormati aktivitas akademik dan segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan,” tutur Kolonel Inf. Tri Purwanto.
Setelah massa mulai membubarkan diri, arus lalu lintas di Jalan Raya Waena-Abepura berangsur kembali normal. Hingga Rabu sore, aparat keamanan masih melaksanakan pengamanan di sekitar Gapura USTJ.
Kodam XVII/Cenderawasih mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya warga Kota Jayapura, untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan ketertiban lingkungan.
Stabilitas keamanan yang terpelihara diharapkan dapat mendukung keberlangsungan aktivitas pendidikan, kehidupan sosial serta pembangunan di Tanah Papua.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....