Pangdam Cenderawasih dan Gubernur Papua Tinjau Program Cetak Sawah di Senggi

  • 08 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang, bersama Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, meninjau program cetak sawah di Kampung Woselay, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Senin (07/09/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan lahan pertanian sekaligus mendorong percepatan pengembangan pertanian modern dan penguatan ketahanan pangan di Papua.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Tri Purwanto mengatakan, kunjungan Pangdam bersama Gubernur Papua menjadi bentuk sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan.

"Pangdam XVII/Cenderawasih terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung program ketahanan pangan. Pengembangan lahan pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan," ujar Kol. Tri Purwanto.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam dan Gubernur meninjau sejumlah lahan cetak sawah di Jalur 1 dan SP 2 Kampung Woslay. Keduanya juga melihat penerapan teknologi pertanian serta mencoba penanaman menggunakan alat Tabela.

Pengembangan lahan di kawasan tersebut selanjutnya diarahkan menjadi model pertanian modern atau advanced agriculture system. Salah satu kawasan seluas 50 hektare direncanakan menerapkan sistem PMAS dan didukung penggunaan drone untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan.

Penerapan teknologi pertanian tersebut ditargetkan meningkatkan produksi padi dari rata-rata 4 hingga 5 ton menjadi sekitar 10 ton per hektare.

Menurut Tri Purwanto, pengembangan pertanian di Senggi tidak hanya berorientasi pada pembukaan lahan, tetapi juga memastikan masyarakat mampu mengelolanya hingga memberikan nilai ekonomi.

"Karena itu, dukungan terhadap sarana produksi, irigasi, transportasi, teknologi, dan pemasaran menjadi bagian penting," tutur Kapendam XVII/Cenderawasih.

Lanjut Kapendam, di kesempatan tersebut, Gubernur Papua juga menegaskan pembangunan sawah dan program strategis nasional tidak mengalihkan kepemilikan tanah masyarakat adat.

Lahan tetap menjadi milik suku, marga, dan masyarakat adat, sedangkan pemerintah memberikan dukungan terhadap pengembangan pertanian.

Pemerintah juga berkomitmen mendukung masyarakat melalui penyediaan bibit, pupuk, obat-obatan, peralatan pertanian, serta pendampingan teknis. Masyarakat Papua diharapkan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan lahan, sementara tenaga pertanian dari luar Papua dapat membantu transfer pengetahuan dan keterampilan.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah mendorong adanya kepastian pasar bagi hasil pertanian, khususnya padi dan jagung, melalui kerja sama dengan Bulog dan pemerintah daerah.

Pengembangan sektor pertanian tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan lokal, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus membantu menekan inflasi di Papua.

"Sinergi TNI, pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat menjadi kunci agar program cetak sawah dapat berjalan optimal," tegas Kapendam.

Kodam XVII/Cenderawasih, lanjutnya, akan terus mendukung program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan di wilayah Papua.

Lahan pertanian di Kampung Woslay diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu model pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan serta menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Keerom.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....