Himpaudi Papua Dorong Penguatan Pengasuhan dan Kelayakan TPA Anak Usia Dini
- 30 Sep 2026 13:36 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Wilayah Papua menegaskan komitmennya memperkuat kualitas layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini melalui kolaborasi lintas sektor.
Ketua PW Himpaudi Papua, Magdalena S. Sappe, S.E., M.M., mengatakan Himpaudi hadir sebagai wadah bagi pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini, khususnya pada layanan pendidikan PAUD informal.
Menurutnya, layanan tersebut mencakup kelompok bermain, satuan PAUD sejenis, serta taman penitipan anak. Himpaudi juga terus mendorong peningkatan kapasitas pendidik dan pengasuh melalui pelatihan pola pengasuhan positif.
"Kami mau mengarahkan anak supaya mereka berada di tempat yang layak dan ramah anak. Bukan hanya dari sisi pengasuhan, tetapi ada beberapa aspek perkembangan yang harus ditanamkan sejak usia dini, bahkan sejak dalam kandungan. Karena itu, kami juga melatih guru-gurunya." kata Ketua PW Himpaudi Papua, Magdalena S. Sappe, S.E., M.M. melalui dialog interaktif RRI Jayapura, Selasa (29/9/2026),
Magdalena menjelaskan, penguatan kualitas pengasuhan menjadi penting karena anak usia dini, terutama bayi, memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap penyakit maupun berbagai risiko lainnya.
Karena itu, Himpaudi mendorong agar tempat penitipan anak memperhatikan aspek kesehatan, keamanan dan kenyamanan. Para pengasuh juga perlu mendapatkan pembekalan mengenai cara mengasuh anak sejak usia bayi.
Selain pelatihan, Himpaudi membangun kerja sama dengan sektor kesehatan, termasuk Puskesmas, untuk memastikan kondisi kesehatan tenaga pendidik dan pengasuh. Pendataan tempat penitipan anak, jumlah anak, serta tenaga pengasuh juga dinilai penting agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara tepat.
"Gurunya perlu diperiksa kesehatannya, sebab kalau mengasuh anak-anak bayi itu sensitif sekali tertular penyakit. Oleh sebab itu, guru-guru harus betul-betul sehat dan pemeriksaannya dilakukan secara rutin. Itu sebabnya kami membangun kerja sama dengan pihak kesehatan, dalam hal ini biasanya Puskesmas."pungkasnya.
Selain sektor kesehatan, Himpaudi juga mendorong keterlibatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), terutama dalam pendataan anak, orang tua, guru dan pengasuh.
Magdalena menyebut, pendataan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan keberadaan tempat penitipan anak dan layanan PAUD di Papua dapat teridentifikasi serta memperoleh pembinaan dan pelayanan yang sesuai.
Ia juga menekankan pentingnya akreditasi bagi satuan PAUD dan tempat penitipan anak. Akreditasi menjadi salah satu instrumen untuk memastikan berbagai elemen penyelenggaraan layanan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Menurutnya, masih terdapat tempat penitipan anak yang dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat namun belum terdaftar secara resmi. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar lembaga-lembaga tersebut memiliki legalitas dan dapat memperoleh dukungan pemerintah.
Himpaudi Papua berharap kolaborasi bersama BKKBN, sektor kesehatan, Dukcapil, serta pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat ekosistem pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di Papua.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan memastikan anak-anak mendapatkan layanan yang aman, sehat, nyaman, dan ramah anak sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....