Bulog Papua Klarifikasi Video Buruh Injak Beras, Bukan di Gudang Bulog
- 21 Sep 2026 11:03 WIB
- Jayapura
Poin Utama
- Ahmad Mustari, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, memberikan klarifikasi terkait video buruh menginjak-injak beras yang viral di media sosial.
- Peristiwa menginjak-injak beras tidak terjadi di gudang Bulog Papua, melainkan di atas kapal kargo KM Sinai.
- Insiden tersebut terjadi saat proses pembongkaran beras di Pelabuhan Jayapura.
RRI.CO.ID, Jayapura - Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, memberikan klarifikasi terkait video sejumlah buruh yang terlihat menginjak-injak beras dan viral di media sosial.
Ahmad mustari menegaskan, peristiwa tersebut tidak terjadi di gudang Bulog Papua, melainkan di atas kapal kargo KM Sinai saat proses pembongkaran beras di Pelabuhan Jayapura.
Menurutnya, beras yang terlihat dalam video merupakan beras sweeping atau beras yang tercecer maupun mengalami kebocoran dari karung selama proses bongkar muat.
"Kejadian tersebut bukan di gudang Bulog Kanwil Papua. Kejadian tersebut terjadi masih di dalam kapal, yaitu kapal kargo KM Sinai, pada saat proses pembongkaran beras," ujar Ahmad Mustari, Senin (21/09/2026).
Ia menjelaskan, beras yang masuk dalam proses bongkar muat tersebut merupakan beras movnas atau beras yang dikirim dari DKI Jakarta dengan jumlah sekitar 2.900 ton untuk Jayapura.

Beras yang tercecer selama proses pembongkaran selanjutnya akan disortir oleh Bulog. Beras yang masih dalam kondisi baik dapat diterima, sedangkan beras yang rusak atau tidak memenuhi ketentuan tidak akan masuk ke gudang Bulog.
"Jadi nanti kita sisihkan mana yang bagus dan mana yang tidak. Yang bagus-bagus kita ambil, yang tidak bagus kita tidak ambil karena itu menjadi tanggung jawab PBM," katanya.
Ahmad Mustari memastikan, Bulog menerapkan proses quality control terhadap seluruh beras yang diterima di gudang. Dengan demikian, beras yang tidak layak konsumsi tidak akan didistribusikan kepada masyarakat.
Ia juga menyebut proses bongkar muat merupakan tanggung jawab Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Pelindo Jayapura selaku pelaksana kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Atas kejadian tersebut, Bulog Papua akan berkoordinasi dengan pihak Pelindo untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Kita selalu menyampaikan kepada pelaksana, dalam hal ini PBM Pelindo, untuk betul-betul mengontrol anggotanya sehingga jangan sampai kejadian ini terulang kembali," ujarnya.
Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura, Ramdan Kyai Demak, menyampaikan keprihatinannya atas beredarnya video tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan bongkar muat beras sebenarnya telah selesai dilakukan ketika para buruh melakukan pembersihan sisa beras yang tercecer.
Menurut Ramdan Kyai Demak, beras dalam pengiriman tersebut dikemas dalam karung, bukan dalam bentuk curah. Beras yang terlihat dalam video merupakan sisa beras yang bocor dari karung dan sedang dibersihkan oleh buruh.
"Yang tampak di video itu beras-beras yang bocor dari karung. Buruh sedang melakukan pembersihan," kata Ramdan.
Ia menyebut, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak buruh, aksi tersebut disebut dilakukan secara spontan setelah mereka menyelesaikan pekerjaan bongkar muat yang berlangsung hampir dua pekan.

Namun, Ramadan menegaskan, pihaknya menyayangkan tindakan tersebut karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat.
Berdasarkan data Pelindo, pengiriman beras tersebut dilakukan secara bertahap, dengan sekitar 1.500 ton dibongkar di Sorong dan 2.900 ton di Jayapura.
Dari proses bongkar muat tersebut, tercatat sekitar 465 karung beras sweeping dengan berat rata-rata sekitar 30 kilogram per karung.
Sementara itu, total beras yang telah dibongkar dan diserahkan kepada Bulog di Jayapura mencapai sekitar 58.000 karung dari total pengiriman sekitar 2.900 ton.
Ramadan Kyai Demak mengatakan, beras sweeping tersebut akan dibuatkan berita acara tersendiri sebagai bagian dari pertanggungjawaban proses bongkar muat.
"Ini hanya bentuk pertanggungjawaban kami karena kami ditunjuk untuk melakukan kegiatan bongkar muat. Untuk beras-beras yang tumpahan atau beras sweeping akan dibuatkan berita acara tersendiri," tutur Ramdan Kyai Demak.
Pelindo juga akan melakukan pembinaan terhadap para buruh yang terlibat dalam video tersebut. Sebanyak sekitar 15 buruh disebut bertugas melakukan pembersihan sisa beras di kapal.
"Kami akan panggil mereka untuk diberikan pembinaan agar kedepan tidak terulang lagi," ujar Ramdan.
General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura berharap, kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses bongkar muat, khususnya dalam penanganan komoditas pangan, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....