Lima Jembatan Rusak Berat Hambat Akses Warga Transmigrasi Lereh

  • 20 Sep 2026 12:01 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Lima jembatan rusak berat dan 19 rusak ringan tercatat di lima Satuan Permukiman (SP) Kawasan Transmigrasi Lereh, Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura. Jembatan-jembatan itu menjadi jalur harian warga dan anak sekolah.

Data tersebut dipaparkan Tim 18 Ekspedisi Patriot ITB 2026 dalam Focus Group Discussion (FGD) di Balai Kampung Bumi Sahaja, SP 2, Lereh, Sabtu (19/9/2026). Forum dimoderatori ketua tim, Dr. Eng. Eka Oktariyanto Nugroho, dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, dan dihadiri enam kepala kampung, guru, serta aparat keamanan.

Kerusakan berat ada di SP 2 (satu unit), SP 4 (tiga unit), dan SP 5 (satu unit). Sisanya rusak ringan, terbanyak di SP 2 dengan sembilan unit. Tim juga menguji daya dukung tanah di enam SP untuk menemukan titik kritis mobilitas.

Perwakilan warga SP 2, Yusuf, menyebut jalan sebagai penopang ekonomi warga.

"Kami sebagai masyarakat Yapsi punya keterkaitan dengan jalan untuk meningkatkan ekonomi," ujarnya.

Warga mengusulkan jalur produksi jadi prioritas dan pembangunan mengutamakan distribusi pangan menuju Sentani. Mereka juga melaporkan air meluap ke rumah panggung di SP 6 dan meminta pemuda Yapsi dilibatkan.

Hasil kesepakatan FGD akan menjadi rujukan untuk menentukan kandidat prioritas penanganan, merumuskan kebutuhan teknis, dan menyusun rencana pengembangan infrastruktur Kawasan Transmigrasi Lereh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....