Aparat Keamanan Berhasil Menyelamatkan Satu Korban Sandera dari KKB
- 15 Sep 2026 15:44 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat, berhasil mengevakuasi satu korban penculikan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB), Senin (14/9/2026).
Korban atas nama Demerina Uamang (23), warga dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika. Demerina merupakan satu dari sembilan warga yang sebelumnya menjadi korban penculikan KKB pada 17 Agustus 2026 di Jila, Kabupaten Mimika. Ia ditemukan dalam kondisi lemah setelah bertahan sekitar 20 hari di hutan tanpa asupan makanan dan minuman yang memadai.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes. Pol. Yusuf Sutejo mengatakan, evakuasi tersebut merupakan hasil koordinasi antara Satgas Operasi Damai Cartenz, Polres Mimika, dan tokoh masyarakat.
Kombes. Yusuf menjelaskan, proses evakuasi dilakukan setelah tim memperoleh informasi mengenai keberadaan korban, melalui jaringan di Distrik Jila.
Seorang kepala kampung dari Kampung Bela 1 melaporkan bahwa masyarakat menemukan seorang korban selamat di wilayah Bela. Karena identitas korban belum diketahui, Satgas kemudian melakukan investigasi dan proses identifikasi.
Hasilnya, korban tersebut diketahui bernama Demerina Uamang, salah satu warga yang menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Saat ditemukan, Demerina bersama seorang rekannya, Yosina, yang kemudian diketahui telah meninggal dunia.

“Demerina Uamang ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, atas nama Yosina. Namun, sangat disayangkan, Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya yang sangat lemah dan tidak mendapat asupan makanan,” ungkap Kombes. Pol. Yusuf Sutejo.
Menurut Kombes. Pol. Yusuf Sutejo, Demerina ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah dan kemudian mendapat perawatan dari masyarakat Kampung Bela.
“Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Kemudian warga kampung yang ada di kampung Bela berinisiatif membantu merawat sehingga Demerina Uamang bisa selamat,” jelasnya.
Adapun untuk satu orang korban atas nama Yosina, selanjutnya dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela.
Kombes. Pol. Yusuf Sutejo mengatakan, proses evakuasi Demerina sempat terkendala cuaca buruk. Helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz tidak dapat mencapai lokasi selama beberapa hari.
“Evakuasi ini direncanakan menggunakan helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, setelah kita rencanakan, empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana,” ujarnya.
Pada Senin pagi, kondisi cuaca dinilai memungkinkan sehingga tim gabungan melaksanakan penjemputan.
Demerina dibawa menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dan tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah pada pukul 09.08 WIT.
Setibanya di Timika, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.
Ia menambahkan, hingga saat ini Demerina Uamang belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami syok.
Kombes. Pol. Yusuf Sutejo menambahkan, upaya penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya yang masih selamat terus dilakukan. Ia meminta masyarakat di Timika dan sekitarnya tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen. Pol. Faizal Ramadhani mengatakan, keberhasilan evakuasi Demerina Uamang merupakan hasil kerja bersama yang mengutamakan keselamatan korban dan kondusifitas keamanan serta ketertiban masyarakat.
Menurutnya, proses evakuasi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi medan, cuaca, keamanan, serta situasi di lapangan.

“Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusifitas kamtibmas,” tegas Irjen. Pol. Faizal Ramadhani.
Ia menegaskan, proses penyelamatan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru karena harus mempertimbangkan keselamatan korban dan tim di lapangan.
“Dalam proses ini dibutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan. Setelah berhasil dievakuasi, kami memastikan korban mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis terlebih dahulu,” ungkapnya.
Irjen. Pol. Faizal Ramadhani menambahkan, Satgas Damai Cartenz terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengupayakan penyelamatan tujuh korban lainnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan para korban agar segera menyampaikannya kepada aparat keamanan atau pihak berwenang.
Masyarakat diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan para korban maupun warga lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....