SPBU Holtekamp Bantu Urai Antrean BBM Solar di Jayapura
- 15 Sep 2026 14:11 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Kehadiran Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru di Holtekamp dinilai membantu mengurai antrean kendaraan, khususnya pengguna BBM jenis Solar bersubsidi di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya.
Ketua Hiswana Migas Papua dan Maluku, Ledryk Lekenila mengatakan, sebelumnya terdapat 13 SPBU reguler yang melayani masyarakat di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom. Jumlah tersebut kini bertambah satu dengan beroperasinya SPBU di Holtekamp.
"Jadi, SPBU reguler yang melayani penjualan BBM ke masyarakat, itu tadinya ada 13 untuk Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dengan Kabupaten Keerom. Tambah satu lagi yang baru, untuk di Holtekamp," kata Ledryk Lakenila, Selasa (15/09/2026)
Menurutnya, kondisi suplai dan penyaluran BBM di wilayah tersebut hingga kini masih aman. Namun, tingginya kebutuhan Solar dan Pertalite menyebabkan antrean masih terlihat di sejumlah SPBU.
Ledryk Lakenila menyebut, rata-rata penjualan Solar di SPBU berkisar 15 hingga 24 kiloliter (KL) atau sekitar 15 ribu hingga 24 ribu liter per hari. Sementara untuk Pertalite, penjualan berada pada kisaran 15 hingga 25 KL per hari.

"Jadi kehadiran SPBU Holtekamp itu memang sangat membantu untuk pengisian bisa lebih terurai," ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu lokasi yang kerap terlihat padat adalah kawasan sekitar Nagoya. Sementara di wilayah perbatasan Wutung, penjualan Pertalite dapat mencapai sekitar 24 hingga 25 KL per hari.
Ledryk Lakenila menambahkan, tingginya konsumsi BBM bersubsidi juga dipengaruhi perpindahan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan Dexlite, akibat kenaikan harga BBM keekonomian.
"Kalau secara umum, memang datanya pasti ada di Pertamina. Tapi kalau mau lihat persentase, penurunan penjualan Pertamax itu sekitar 8 sampai 9 persen, sementara penurunan penjualan Dexlite sekitar 3 persen ke bawah," jelasnya.
Terkait dengan itu, Hiswana Migas mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak agar ketersediaan BBM bersubsidi tetap terjaga, terutama menjelang akhir tahun ketika aktivitas pembangunan, distribusi kebutuhan pokok, dan mobilitas kendaraan angkutan diperkirakan meningkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....