Lembaga Penjamin Simpanan Ajak Media Perkuat Literasi Keuangan di Papua

  • 09 Sep 2026 17:24 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendorong media massa di Papua memperkuat peran dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Papua. Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen, pada kegiatan LPS Media Meet Up 2026 dan Media Workshop di Jayapura, Papua, Rabu (09/09/2026), mengatakan, media memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Fuad mengatakan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen, meningkat dibandingkan 2025 yang berada di angka 66 persen. Sementara indeks inklusi keuangan secara nasional mencapai 93,61 persen.

Menurutnya, kondisi di Papua menunjukkan indeks inklusi keuangan telah mencapai 91,69 persen. Namun, indeks literasi keuangan masih berada di angka 62,84 persen.

"Artinya, pemanfaatan layanan keuangan masyarakat Papua sudah tergolong tinggi. Namun, masih terdapat kesenjangan yang cukup besar dengan tingkat literasinya," kata Fuad.

Ia menjelaskan, kesenjangan tersebut menunjukkan masih ada masyarakat yang telah menggunakan produk dan jasa keuangan, tetapi belum memahami secara memadai manfaat, risiko, serta hak dan kewajibannya sebagai konsumen.

Lanjut Fuad Zein, salah hal yang paling banyak ditemukan adalah masih banyaknya masyarakat yang memiliki rekening atau simpanan di bank, tetapi belum mengetahui bahwa simpanan tersebut mendapatkan jaminan dari LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kantor Perwakilan LPS III, Fuad Zaen (Foto: Arull)

"Masih ditemukan masyarakat yang punya rekening, punya tabungan, punya simpanan, tetapi tidak tahu kalau tabungannya, depositonya, gironya ada yang menjamin," ujarnya.

Fuad Sein menilai kondisi tersebut membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk media massa, untuk memberikan informasi yang akurat, edukatif, berimbang dan mudah dipahami masyarakat.

Ia menegaskan, LPS tidak hanya menjalankan fungsi penjaminan simpanan, tetapi juga terus mendorong peningkatan literasi keuangan melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Kata kuncinya adalah kolaborasi dan sinergi antara LPS dengan media yang ada di Provinsi Papua, dengan menyebarkan berita baik dan menyampaikan edukasi," tegasnya.

Fuad juga menekankan pentingnya kehati-hatian media dalam memberitakan isu sektor keuangan. Menurutnya, pemberitaan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan opini dan rasa aman masyarakat.

"Kalau yang kita tulis adalah pemberitaan yang kemudian berefek pada kepanikan masyarakat, kita perlu hati-hati," ujarnya.

Ia menyebut kegiatan LPS Media Meet Up sekaligus menjadi bagian dari Training of Trainers bagi insan media. Dengan demikian, jurnalis diharapkan dapat berperan sebagai duta literasi keuangan di tengah masyarakat.

Fuad Zein berharap, kolaborasi LPS dengan media di Papua dapat terus berlanjut, terutama dalam menyampaikan informasi mengenai penjaminan simpanan dan edukasi keuangan kepada masyarakat hingga ke berbagai wilayah.

"Yang kita harapkan supaya masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap," ungkapnya.

Kegiatan LPS Media Meet Up 2026 di Jayapura turut menghadirkan narasumber dari kalangan jurnalis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta media mengenai penguatan kapasitas jurnalistik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....