Rakor PAD, Pemkot Jayapura Dorong Pencapaian Target Rp313 Miliar

  • 09 Sep 2026 12:00 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura — Pemerintah Kota Jayapura melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026. Hingga 31 Agustus, realisasi PAD telah mencapai Rp211,45 miliar dari target awal Rp307,57 miliar.

Upaya mengejar target tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pendapatan Daerah Kota Jayapura bersama seluruh OPD kolektor dan mitra terkait, Selasa 8 September 2026.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengatakan pencapaian PAD membutuhkan sinergi seluruh OPD, distrik, kelurahan, serta pihak yang terlibat dalam pemungutan pajak dan retribusi.

"Target-target PAD yang sudah ditetapkan itu kita lakukan dan koordinasikan pada hari ini. Kita melibatkan OPD kolektor, termasuk distrik dan kelurahan, juga pihak lainnya yang berkaitan dengan pemungutan pajak dan retribusi daerah seperti Bank Papua, PT Robongholo Nanwani, Samsat, PT Angkasa Pura Suport, PT PLN UP3 Jayapura, Pertanahan Kota Jayapura dan lainnya," ujar Abisai.

Ia meminta seluruh OPD kolektor meningkatkan kinerja dan mengambil langkah konkret untuk mengejar target penerimaan hingga akhir tahun.

"Saya berharap semua OPD kolektor dan pihak yang berkaitan dengan penerimaan asli daerah yang hadir dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai target yang sudah ditentukan," katanya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah retribusi pelayanan persampahan. Pemerintah Kota Jayapura mendorong penguatan koordinasi antara DLHK, distrik dan kelurahan, mengingat pelayanan sekaligus penarikan retribusi persampahan rumah tangga bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut Abisai, peningkatan penerimaan dari sektor tersebut harus dibarengi dengan perbaikan pelayanan. Karena itu, dukungan sarana operasional persampahan di tingkat kelurahan akan diperkuat, termasuk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Salah satu dukungan telah diberikan jaringan ritel Indomaret melalui bantuan lima kendaraan roda tiga untuk pelayanan persampahan. Jumlah tersebut direncanakan bertambah lima unit sehingga total bantuan menjadi 10 kendaraan.

"Motor sampah ini perlu dibagikan kepada kelurahan untuk pelayanan persampahan di masyarakat agar dapat mengejar target retribusi sampah," ujarnya.

Sektor parkir di kawasan ruko yang dikelola PT Angkasa Pura juga menjadi perhatian. Penurunan penerimaan retribusi di kawasan tersebut antara lain dipengaruhi berkurangnya aktivitas ekonomi akibat sejumlah ruko yang tidak lagi beroperasi.

Pemkot Jayapura berencana mendorong kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut agar berdampak terhadap penerimaan daerah.

"Kita pemerintah kota akan mengambil langkah untuk membuat ruko kembali ramai, agar dapat mendongkrak PAD dari sektor parkir," kata Abisai.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, melaporkan realisasi PAD hingga 31 Agustus 2026 sebesar Rp211.450.676.463 dari target awal Rp307.571.279.665.

Dengan capaian tersebut, masih terdapat kekurangan sekitar Rp96,12 miliar yang harus dikejar hingga akhir tahun anggaran.

Namun, dalam perubahan anggaran terdapat penyesuaian pendapatan sebesar Rp6.095.085.445. Dengan demikian, target PAD Kota Jayapura 2026 berubah menjadi Rp313.666.365.110.

Abisai mengatakan hasil rakor menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencapaian target tersebut. Bahkan, ia mendorong agar realisasi PAD tidak hanya mencapai target, tetapi dapat melampauinya.

"Rakor hari ini menghasilkan hasil yang baik agar target PAD Rp307 miliar lebih dapat tercapai. Kalau bisa, kita harus melampaui target," ujarnya.

Selain mengevaluasi penerimaan 2026, Rakor Pendapatan Daerah juga membahas persiapan target PAD 2027. Bapenda Kota Jayapura telah menyiapkan proyeksi target PAD tahun depan sebesar Rp316 miliar lebih.

Proyeksi tersebut disusun dengan mempertimbangkan kemampuan daerah sekaligus mendorong OPD dan mitra terkait untuk terus menggali sumber-sumber penerimaan baru.

Wali Kota meminta Bapenda dan seluruh OPD kolektor tetap fokus mengejar realisasi PAD 2026, sembari menyiapkan strategi pencapaian target pendapatan tahun berikutnya.

"Kepada semua OPD, baik yang menangani pendapatan daerah maupun OPD kolektor, serta sejumlah mitra dan instansi yang berkaitan dengan pemungutan pajak dan retribusi penerimaan asli daerah, mari kita bekerja dengan baik agar PAD dapat mencapai target yang sudah ditentukan," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....