Korban Kebakaran Dok V Bawah Butuh Bantuan Dasar
- 01 Sep 2026 08:51 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Warga korban kebakaran di Kampung Nelayan, Dok V Bawah, Kota Jayapura, membutuhkan bantuan kebutuhan dasar. Bantuan yang dibutuhkan antara lain sembako, kasur, tenda, pakaian, serta perlengkapan bayi dan anak.
Salah satu warga terdampak, Ambotang, mengatakan warga saat ini masih mengungsi di SD YPPK Kristus Raja Dok V Jayapura. Warga membutuhkan bantuan karena sebagian besar barang tidak sempat diselamatkan saat kebakaran terjadi.
“Kami membutuhkan sembako, kasur, dan tenda,” kata Ambotang, Selasa, 1 September 2026. “Kami tinggal di pengungsian ini, tetapi belum tentu bisa tinggal di sini terus.”
Ambotang mengatakan kebutuhan untuk bayi dan anak-anak juga mendesak. Beberapa bayi berusia dua hingga tiga bulan berada di lokasi pengungsian sehingga membutuhkan susu, vitamin, dan popok.
“Anak-anak perlu susu dan vitamin,” ujarnya. “Ada anak-anak kecil yang baru berumur dua sampai tiga bulan, mereka juga perlu popok.”
Selain kebutuhan bayi, warga membutuhkan pakaian karena sebagian korban hanya sempat menyelamatkan barang yang melekat di tubuh. Ambotang mengatakan dirinya tidak sempat mengambil pakaian maupun barang lainnya saat menyelamatkan diri.
“Pakaian juga kami butuhkan karena kami melarikan diri dan hanya pakaian di badan,” katanya. “Tidak ada barang yang sempat kami ambil.”
Ambotang memperkirakan sekitar 600 kepala keluarga atau lebih dari 3.000 jiwa terdampak kebakaran. Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Menurut Ambotang, bantuan makanan sudah tersedia di lokasi pengungsian. Namun, saat wawancara dilakukan, bantuan berupa kebutuhan lainnya belum diterima warga.
| Baca juga: Wali Kota Tinjau Korban Kebakaran Hamadi |
“Kalau makanan sudah ada,” ujarnya. “Tetapi bantuan-bantuan yang lain sampai sekarang belum ada.”
Sementara itu, Kepala SD YPPK Kristus Raja Dok V Jayapura, Stefanus Konstantius Thomas, mengatakan sekolah menjadi salah satu lokasi pengungsian sementara. Penggunaan fasilitas sekolah tersebut merupakan hasil koordinasi Lurah Mandala dengan pihak yayasan.
Stefanus mengatakan pihak sekolah kemudian menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi pengungsian. Siswa diliburkan sementara dan pemberian tugas akan dilakukan apabila pengungsi masih berada di lingkungan sekolah.
“Kalau belum ada kesepakatan atau imbauan dari pemerintah mengenai tempat pengungsi,” katanya. “Mulai besok kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan dengan pemberian tugas sambil melihat situasi.”
Selain SD YPPK Kristus Raja, warga korban kebakaran juga mengungsi sementara di Lapangan Basket Stadion Mandala Jayapura. Penggunaan fasilitas tersebut juga dikoordinasikan Lurah Mandala dengan pihak terkait.
Kebakaran melanda kawasan pemukiman warga Palopo, Mandala Pantai Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Distrik Jayapura Utara, Senin, 31 Agustus 2026. Data awal menyebut sekitar 550 KK terdampak, sementara penyebab dan kerugian masih dalam pendataan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....