Pemkot Jayapura Pusatkan Pengungsi Korban Kebakaran Dok V
- 02 Sep 2026 18:30 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Pemerintah Kota Jayapura memusatkan warga terdampak kebakaran Dok V Mandala di lapangan basket sekitar Lapangan Mandala, Kota Jayapura. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan penyaluran bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa penanganan pascakebakaran.
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, meninjau langsung lokasi kebakaran dan tempat pengungsian, Selasa 1 September 2026. Abisai mengatakan, kebakaran yang terjadi pada Senin 31 Agustus 2026 merupakan kejadian luar biasa karena berdampak terhadap ribuan warga.
“Ini merupakan kejadian yang luar biasa karena begitu banyak masyarakat yang terdampak,” ujar Abisai.
Berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 3.000 jiwa terdampak, sekitar 560 kepala keluarga menjadi korban, dan lebih dari 100 rumah dilaporkan terbakar.
| Baca juga: Pemkot Jayapura Sambut 38 Anggota Paskibraka |
Pemkot Jayapura memastikan penanganan tidak hanya berupa bantuan pangan, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan serta pengurusan kembali dokumen administrasi kependudukan warga yang terbakar atau hilang.
“Kita akan memberikan perhatian terhadap seluruh warga yang terdampak, termasuk kebutuhan makanan, kesehatan, maupun administrasi kependudukan,” katanya.
Untuk memperlancar distribusi bantuan, pemerintah memutuskan memindahkan warga yang sebelumnya mengungsi di SD Kristus Raja ke satu lokasi pengungsian di sekitar Lapangan Mandala.
“Kita tampung semua di lapangan basket di sekitar Lapangan Mandala agar bantuan makanan dan bantuan lainnya dapat diakomodasi di satu tempat,” ujar Abisai.
Di lokasi pengungsian, pemerintah juga telah menyiapkan dapur umum serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Pelayanan kesehatan dan administrasi kependudukan juga dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak setelah kehilangan tempat tinggal maupun dokumen penting.
Abisai berharap penanganan korban mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah pusat, mengingat besarnya jumlah warga yang terdampak.
“Saya dengan Bapak Wakil Wali Kota siap bertanggung jawab untuk setiap jiwa yang terdampak kebakaran di tempat ini,” ucapnya.
Terkait meluasnya kebakaran, Abisai menyebut api terlihat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya. Kondisi angin yang cukup kencang turut mempercepat penyebaran api di kawasan permukiman padat.
Ia mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan kompor, instalasi dan peralatan listrik, serta sumber api lainnya.
Kebakaran tersebut juga menjadi evaluasi bagi Pemkot Jayapura terkait keterbatasan armada pemadam kebakaran. Kondisi geografis dan akses jalan yang sempit di sejumlah permukiman menjadi tantangan bagi petugas dalam menjangkau lokasi kebakaran.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi keuangan, Pemkot Jayapura tetap berupaya menambah armada pemadam kebakaran.
Dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Papua diharapkan dapat membantu pengadaan kendaraan pemadam kebakaran.
Ke depan, Pemkot Jayapura menargetkan keberadaan pos pemadam kebakaran yang lebih merata di setiap distrik.
“Kalau armada kami mencukupi, keinginan kami setiap distrik ada pos damkar,” kata Abisai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....