BI Papua Dorong UMKM Naik Kelas melalui Transformasi Digital
- 28 Agt 2026 07:43 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar dan memperkuat akses pembiayaan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari pembahasan Innovation Talk Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, (21/08/2026).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta mengatakan, terdapat tiga strategi utama dalam mendorong UMKM go digital, yakni e-farming, e-commerce dan e-financing.
“E-farming diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui digital farming. E-commerce digunakan untuk memperluas akses pasar, sedangkan e-financing melalui SIAPIK membantu penguatan pencatatan keuangan dan akses pembiayaan,” kata Filianingsih Hendarta.
Dijelaskan, digitalisasi UMKM juga terlihat dari meningkatnya penggunaan QRIS. Secara nasional hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant, dengan 96,68 persen di antaranya merupakan UMKM.
Di Papua dan wilayah Daerah Otonomi Baru, nilai transaksi QRIS pada triwulan I 2026 mencapai Rp2,61 triliun atau tumbuh 7,84 persen secara tahunan. Jumlah merchant QRIS juga tumbuh 12,98 persen.
Sementara itu, Plh, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutan menjelaskan, KPw BI Provinsi Papua juga mendorong perluasan pasar UMKM melalui e-commerce. Sejak 2020 hingga 2025, sebanyak 54 UMKM Papua telah mengikuti proses onboarding ke berbagai platform e-commerce.
Program tersebut dilanjutkan pada 2026 dengan melibatkan 50 UMKM baru dari sektor craft dan fashion, makanan dan minuman serta kopi.
“Di sektor pertanian, BI Papua juga menjalankan program digital farming pada sejumlah kelompok tani binaan. Salah satu program dilakukan melalui bantuan sistem irigasi tetes kepada Kelompok Tani Maju Makmur di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke,” ujar David Sipahutar.
Program tersebut mampu menghemat penggunaan air hingga 50 persen dan meningkatkan produktivitas cabai dari empat ton menjadi lima ton per hektare.
BI Papua menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong UMKM Papua semakin adaptif, inovatif dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....