Hujan Es di Lanny Jaya Dipicu Awan Cumulonimbus
- 24 Agt 2026 11:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Fenomena hujan es yang terjadi di wilayah Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, dipengaruhi pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup besar serta kondisi topografi wilayah yang berada di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut.
Prakirawan Cuaca Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Papua, Arif, mengatakan hujan es terjadi ketika butiran es yang terbentuk di dalam awan cumulonimbus tidak sempat mencair saat jatuh menuju permukaan bumi.
“Di wilayah Kabupaten Lanny Jaya, kondisi ini juga dipengaruhi faktor topografi atau elevasi wilayah yang sangat tinggi, lebih dari 3.000 meter. Sehingga ketika terjadi awan cumulonimbus yang sangat masif dengan suhu yang sangat dingin, butiran es saat turun tidak sempat mencair menjadi hujan,” kata Arif, Senin (24/07/2026).
Menurutnya, fenomena hujan es tidak memiliki periode tertentu dan dapat terjadi kapan saja ketika kondisi atmosfer mendukung pertumbuhan awan cumulonimbus yang besar.
Arif menjelaskan, kondisi musim kemarau dengan pemanasan yang cukup kuat turut meningkatkan potensi pertumbuhan awan cumulonimbus. Penguapan yang cepat pada siang hari kemudian diikuti kondisi atmosfer yang lebih dingin pada malam hari.
“Ketika terjadi hujan, butiran es yang turun tidak sempat mencair menjadi air, sehingga sampai ke permukaan masih berbentuk butiran-butiran es,” paparnya.
Ia menyebut, hingga saat ini fenomena hujan es yang tercatat terjadi di wilayah Lanny Jaya. Namun, kondisi serupa tetap berpotensi terjadi di wilayah dataran tinggi Papua lainnya.
“Tidak menutup kemungkinan di sekitar wilayah Puncak dan wilayah-wilayah lain yang memiliki dataran tinggi juga bisa berpotensi terjadi hujan es,” jelasnya.
Terkait dengan itu, BBMKG Wilayah V Papua mengimbau masyarakat yang berada di wilayah dataran tinggi, khususnya Lanny Jaya dan sekitarnya, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pertumbuhan awan cumulonimbus.
Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi dan peringatan dini cuaca dari BMKG, terutama saat kondisi atmosfer menunjukkan potensi terjadinya cuaca ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....