Kodam XVII/Cenderawasih Perkuat Sinergi menuju Papua Aman dan Sejahtera

  • 21 Agt 2026 13:12 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kodam XVII/Cenderawasih menggelar coffee morning dan olahraga bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua di Makodam XVII/Cenderawasih, Jumat (21/8/2026).

Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menuju Papua Aman, Damai dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat komunikasi sekaligus memperkuat koordinasi antar unsur Forkopimda dalam menghadapi berbagai persoalan keamanan dan pembangunan di Papua.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang mengatakan, pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul secara informal. Lebih dari itu, coffee morning menjadi momentum untuk menyatukan persepsi dan membangun komunikasi yang lebih terbuka antarinstansi.

Coffee morning ini bukan sekadar pertemuan informal, tetapi momentum yang sangat penting untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, menyatukan persepsi, serta memperkuat sinergi antar unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Tanah Papua,” ujar Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang.

Ia menyebut Papua memiliki karakteristik yang sangat khas, dengan keberagaman suku, agama, budaya dan adat istiadat, serta kondisi geografis yang kompleks. Karena itu, menurutnya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan bersama, bukan justru menjadi sumber perpecahan.

Pangdam menegaskan, menjaga keamanan dan kedamaian Papua tidak bisa hanya dibebankan kepada TNI dan Polri. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga negara, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat, memiliki peran yang sama penting.

“Kita ingin menciptakan suasana Papua yang aman, damai, tertib dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, dan pemerintah dapat melaksanakan pembangunan secara optimal,” kata Pangdam.

Menurut Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang, salah satu kunci menghadapi dinamika di Papua adalah membangun komunikasi yang intensif dan mengedepankan dialog. Setiap persoalan, kata dia, perlu diselesaikan secara bijaksana, dengan pendekatan yang humanis dan tetap menjunjung semangat persaudaraan.

Ia meminta perbedaan pandangan maupun kepentingan tidak sampai menghilangkan rasa persaudaraan di antara sesama anak bangsa.

“Kita harus menghadapi setiap persoalan dengan kepala dingin dan semangat persaudaraan. Jangan sampai perbedaan kepentingan maupun perbedaan pandangan menghilangkan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” tegas Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang.

Pangdam juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi keamanan, termasuk dengan tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong, ujaran kebencian maupun informasi yang dapat memicu konflik.

Di sisi lain, ia menekankan bahwa pembangunan keamanan harus berjalan seiring dengan pembangunan kesejahteraan. Menurutnya, masyarakat yang memiliki akses pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan kesempatan untuk berkembang akan menjadi bagian penting dalam membangun fondasi perdamaian yang berkelanjutan.

“Keamanan bukan tujuan akhir, melainkan fondasi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pangdam berharap Forkopimda Papua semakin solid, responsif dan mampu bersama-sama memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Papua, Mathius Fakhiri mengatakan, kolaborasi antar Forkopimda sangat dibutuhkan karena pembangunan di Papua tidak mungkin dikerjakan oleh pemerintah provinsi seorang diri.

Sebagai kepala daerah, Mathius Fakhiri mengatakan dirinya membutuhkan dukungan TNI, Polri dan seluruh unsur terkait untuk menjalankan berbagai program pembangunan, termasuk menerjemahkan kebijakan pemerintah pusat agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

Menurutnya, pertemuan informal seperti coffee morning justru membuat komunikasi antarinstansi menjadi lebih terbuka karena tidak terlalu dibatasi oleh sekat tugas dan fungsi masing-masing.

“Kalau kita sambil santai kan bisa terbuka. Kita bisa bertukar pikiran, menyampaikan apa yang menjadi masukan, apa yang menjadi persoalan, sehingga persoalan Papua ini bisa kita selesaikan dengan baik,” kata Fakhiri.

Ia menilai pola komunikasi semacam itu penting karena persoalan Papua harus dilihat secara menyeluruh, bukan berdasarkan kepentingan masing-masing instansi.

Fakhiri juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membuka keterisolasian sejumlah wilayah di Papua. Ia menyebut pemerintah provinsi tengah mendorong pembangunan di wilayah seperti Waropen dan Mamberamo, termasuk membuka akses jalan dari Jayapura menuju Mamberamo.

“Kita ini keroyok bersama supaya program Bapak Presiden bisa diterjemahkan oleh kami semua. Kita dorong personelnya, kita dorong juga kolaboratifnya, supaya program itu bisa berjalan dengan baik di Provinsi Papua,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, TNI dan Polri dapat mempercepat pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Papua.

Fakhiri menambahkan, pemerintah provinsi juga membuka ruang bagi unsur Forkopimda untuk memberikan masukan terkait program maupun kebutuhan di lapangan. Menurutnya, keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi menuntut semua pihak untuk semakin kuat membangun kerja sama.

“Dengan hadirnya kami, mungkin mana yang bisa dibantu oleh provinsi untuk teman-teman yang ada di Forkopimda, kami tentunya akan berusaha untuk bisa memenuhi secara bertahap,” tuturnya.

Kegiatan coffee morning dan olahraga bersama ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi ruang komunikasi yang terus berlanjut untuk memperkuat kebersamaan dan kolaborasi dalam menjaga keamanan sekaligus mempercepat pembangunan di Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....