Kepala Suku Besar Kamoro Kecam Penembakan Warga Sipil di Jayawijaya
- 16 Agt 2026 20:14 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID - Jayapura - Kepala Suku Besar Kamoro Kabupaten Mimika, Timotius Samin, mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil di sekitar Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB), Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Ia mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Timotius saat memberikan testimoni kepada personel Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 di Kabupaten Mimika, Selasa (11/8/2026).
Timotius menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan karena hanya menimbulkan penderitaan dan mengganggu rasa aman masyarakat.
“Saya mengutuk keras tindakan penembakan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan oleh kelompok bersenjata pada Festival Budaya Lembah Baliem di Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Saya mengecam setiap bentuk tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap warga sipil,” ujar Timotius.
Menurutnya, keamanan dan kedamaian di Tanah Papua merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi serta turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Timotius juga mengapresiasi respons aparat kepolisian dan personel keamanan yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut. Ia menilai kehadiran aparat di lapangan diperlukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat saat terjadi gangguan keamanan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada petugas kepolisian setempat dan aparat keamanan lainnya yang dibantu Satgas Operasi Damai Cartenz atas perlindungan serta respons cepat yang diberikan dalam menangani kejadian penembakan di Jayawijaya,” katanya.
Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Timotius mengajak masyarakat Kabupaten Mimika menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Ia mendorong momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Ia juga mengajak masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan semangat kebangsaan.
“Mari kita ciptakan suasana kedamaian dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Mari kita kibarkan bendera Merah Putih secara serentak sebagai simbol kebanggaan, persatuan, dan cinta kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Timotius berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga Papua tetap aman dan damai demi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....