Ruang Digital Papua Jadi Arena Baru Memperkuat Persatuan

  • 11 Agt 2026 08:18 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ruang digital Papua berkembang seiring pembangunan infrastruktur internet dalam satu dekade terakhir. Pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkannya untuk memperkuat persatuan dan menyebarkan konten positif.

Kepala Dinas Kominfo Papua, Jeri Yudianto, mengatakan pembangunan konektivitas digital berlangsung masif sejak 2015. Perkembangan itu ditandai pembangunan kabel optik dan berbagai infrastruktur digital di Papua.

Pada 2019, Palapa Ring Timur memperluas jaringan kabel optik di Tanah Papua. Perkembangan berlanjut dengan hadirnya NeuCentrIX pada 2025 dan kabel optik Jayapura-Vanimo.

Menurut Jeri, tujuh hingga delapan dari sepuluh orang di Papua kini menggunakan internet. Media sosial menjadi salah satu ruang yang banyak digunakan masyarakat.

Penggunaan media sosial memiliki sisi positif sekaligus negatif. Pengguna terkadang belum memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada pengikut.

“Negatifnya terkadang para pengguna tersebut tidak mengetahui bahwa itu informasi itu benar atau tidak,” kata Jeri, Selasa, 11 Agustus 2026. Ia mengingatkan informasi belum terverifikasi dapat kembali tersebar kepada pengguna lain.

Jeri mendorong ruang digital digunakan untuk edukasi, pelayanan publik, dan promosi potensi Papua. Ia juga melihat Papua berpeluang menjadi pusat konektivitas digital di kawasan Pasifik.

“Jadi strategi yang kita lakukan adalah penguatan di dalam literasi digital itu,” ujar Jeri. Literasi digital diarahkan kepada berbagai kelompok pengguna media sosial, termasuk generasi muda.

Konten kreator Papua, Tirza Bonyadone, mengatakan isu negatif mudah mendapat perhatian di media sosial. Namun, budaya dan pariwisata Papua dinilai memiliki daya tarik untuk mengenalkan daerah.

“Paling nendang banget!” kata Tirza. “Karena semua orang tuh kepo banget dengan pariwisata dan juga budaya yang ada di Papua.” Konten tersebut menurutnya dapat menunjukkan sisi Papua yang belum banyak diketahui masyarakat luar.

Tirza juga mendorong kolaborasi pemerintah dengan konten kreator lokal. Menurutnya, banyak anak muda Papua memiliki potensi yang dapat diperkenalkan melalui ruang digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....