Pangdam XVII/Cenderawasih Serahkan Alih Kodal Dua Batalyon Infanteri ke Kostrad
- 04 Agt 2026 11:47 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang, melaksanakan alih Komando Pengendalian (Kodal) Yonif 753/Arga Vira Tama (AVT) dan Yonif 756/Wimane Sili (WMS), kepada Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Prosesi tersebut berlangsung dalam rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danpuspomad dan Dansecapaad yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Mabesad, Jakarta Pusat, Senin (03/08/2026).
Alih Kodal ini merupakan bagian dari kebijakan pembinaan organisasi TNI Angkatan Darat untuk memperkuat pembinaan satuan tempur di bawah jajaran Kostrad. Melalui kebijakan tersebut, diharapkan kemampuan operasional dan profesionalisme prajurit semakin meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan penugasan yang semakin kompleks.
Dikatakan Pangdam XVII/Cenderawasih, peralihan komando pembinaan operasional Yonif 753/Arga Vira Tama dan Yonif 756/Wimane Sili dari Kodam XVII/Cenderawasih kepada Kostrad menjadi langkah strategis dalam penataan organisasi TNI AD.
Dengan berada di bawah kendali Kostrad, kedua batalyon diharapkan memiliki kesiapan tempur yang lebih optimal, pembinaan personel yang semakin terarah, serta kemampuan respons yang lebih cepat dalam mendukung berbagai operasi militer maupun tugas-tugas negara.
Ditegaskan Mayjen. TNI. Febriel Buyung Sikumbang, alih Komando Pengendalian juga menjadi bagian dari upaya modernisasi dan penguatan organisasi TNI Angkatan Darat.
"Alih Komando Pengendalian ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pembinaan satuan sekaligus memperkuat kesiapan operasional prajurit. Kami meyakini Yonif 753/Arga Vira Tama dan Yonif 756/Wimane Sili akan semakin profesional serta mampu menjalankan setiap tugas yang dipercayakan negara di bawah pembinaan Kostrad," kata Pangdam XVII/Cenderawasih.
Menurutnya, perubahan struktur pembinaan tersebut tidak mengurangi semangat maupun dedikasi prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua, melainkan menjadi bagian dari penguatan organisasi agar lebih adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis.
"Yang berubah adalah komando pembinaan operasionalnya, sedangkan semangat pengabdian prajurit untuk menjaga kedaulatan NKRI dan melindungi masyarakat tetap menjadi prioritas utama," tambahnya.
Melalui alih Komando Pengendalian dua batalyon infanteri tersebut, TNI Angkatan Darat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan satuan, serta memastikan setiap prajurit memiliki kesiapan optimal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....