Tokoh Papua Serukan Perlindungan Warga Sipil

  • 31 Jul 2026 18:38 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia Kabupaten Mimika, Panius Kogoya, mengecam pembunuhan terhadap tiga warga sipil di Yahukimo. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam, serta mengajak seluruh masyarakat Papua menjaga kedamaian dan mendukung penegakan hukum bersama demi keselamatan.

Dalam keterangannya pada Sabtu, (25 Juli 2026), Panius Kogoya mengaku sangat kecewa atas peristiwa penembakan warga sipil tersebut. Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap masyarakat yang tidak terlibat konflik, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

"Saya selaku Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Kabupaten Timika sangat kecewa. Penembakan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak punya dosa," ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak yang masih melakukan aksi kekerasan, agar menghentikan tindakan merugikan masyarakat Papua. Menurutnya, kekerasan hanya menimbulkan penderitaan, duka mendalam, serta memperburuk situasi keamanan dan kehidupan masyarakat di Papua.

"Manusia perlu hidup yang sama, tapi jika melakukan tindakan-tindakan kekerasan dengan alasan yang tidak jelas. Korban yang dibunuh itu adalah saudara saya, satu marga dengan saya, dan saya sangat kecewa atas kejadian tersebut. Hal yang dilakukan tersebut tidak benar, ditangkap dan dibunuh dengan cara ditembak itu adalah perbuatan yang keji," katanya.

Selain menyampaikan keprihatinan, Panius memberikan apresiasi kepada aparat yang membantu proses evakuasi jenazah korban. Upaya tersebut, dinilai memberikan kepastian kepada keluarga sehingga mereka dapat mengetahui keberadaan anggota keluarganya secara layak dan benar.

"Saya berterima kasih kepada pihak TNI-Polri sudah selamatkan jasad keluarga saya yang ditembak. Kami keluarga besar menyampaikan kekecewaan terhadap pelaku yang sama-sama orang Papus. Ini adalah hal yang tidak benar dan sangat tidak baik. Agama melarang membunuh orang sembarangan," katanya.

Panius berharap, kehadiran aparat keamanan di wilayah rawan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua dalam beraktivitas. Ia menginginkan masyarakat dapat kembali menjalankan kehidupan dengan tenang, tanpa dihantui rasa takut akibat aksi kekerasan yang terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....