Telur Luar Papua Masih Dominasi Dapur MBG

  • 11 Jul 2026 17:49 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kebutuhan telur untuk dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua masih didominasi pasokan dari luar daerah. Kondisi itu terjadi di tengah meningkatnya produksi telur peternak lokal.

Pemerintah Provinsi Papua kini mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan telur produksi lokal. Telur lokal dapat digunakan sepanjang memenuhi standar harga, kualitas, dan mutu yang ditetapkan.

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Papua Suzana Wanggai mengatakan Program MBG diharapkan ikut menyerap produksi peternak lokal. Menurutnya, program nasional tersebut harus memberikan manfaat bagi masyarakat Papua.

“SPPG didorong memprioritaskan penggunaan telur produksi lokal sepanjang memenuhi standar harga, kualitas, dan mutu yang telah ditetapkan,” kata Suzana di Jayapura, Kamis, 9 Juli 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami mengatakan produksi telur lokal saat ini mengalami peningkatan. Populasi ayam petelur di wilayah Tanah Tabi naik 28,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Populasi ayam petelur meningkat dari 582.700 ekor pada 2025 menjadi 750.679 ekor hingga Juni 2026. Kapasitas produksi telur lokal mencapai 561.750 butir per hari.

Namun, pasokan telur dari luar Papua, terutama Surabaya dan Makassar, juga masih masuk dalam jumlah besar. Melimpahnya pasokan di tengah perlambatan daya serap pasar menyebabkan harga telur di tingkat peternak menurun.

Pemerintah Provinsi Papua akan mengoptimalkan penyerapan telur lokal untuk dapur MBG setelah revisi dokumen anggaran disetujui. Penyesuaian anggaran saat ini masih diusulkan KPPG Papua.

Selain pasar MBG, pemerintah juga menyiapkan distribusi telur lokal ke Mamberamo Raya, Waropen, dan Kepulauan Yapen. Biaya distribusi masih dihitung sebagai dasar pengajuan dukungan pembiayaan kepada Badan Pangan Nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....