IPI Kecam Insiden PK-RCY di Papua

  • 05 Jul 2026 10:45 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengecam keras insiden yang menimpa pesawat sipil PK-RCY di Papua. Organisasi profesi pilot itu menilai aksi tersebut merupakan ancaman serius terhadap keselamatan penerbangan sipil sekaligus mengganggu pelayanan masyarakat di wilayah Papua.

Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Capt. Muammar Reza Nugraha, dalam siaran pers yang diterima KBRN, Minggu 5 Juli 2026, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.

"Peristiwa ini merupakan kejadian kedua pada tahun 2026 yang secara langsung menghilangkan nyawa pilot serta membahayakan awak pesawat, penumpang, dan operasional penerbangan sipil di Papua," ujar Muammar dalam siaran pers kepada KBRN.

Menurutnya, berulangnya insiden serupa dalam tahun yang sama menunjukkan bahwa ancaman terhadap penerbangan sipil di Papua masih nyata sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

IPI menegaskan, setiap bentuk penyerangan, intimidasi, kekerasan, perusakan, maupun pembakaran terhadap pesawat sipil dan personel penerbangan tidak dapat ditoleransi.

"Tindakan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan jiwa manusia, tetapi juga mengganggu layanan transportasi udara yang menjadi sarana vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pelayanan kesehatan di Papua," katanya.

IPI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden, mulai dari operator penerbangan, aparat keamanan, petugas lapangan, hingga pihak lain yang memberikan dukungan.

IPI memastikan akan terus berkoordinasi dengan regulator penerbangan, operator, aparat keamanan, pemerintah, serta organisasi pilot internasional untuk memperkuat keamanan penerbangan sipil di Papua.

"Pilot dan awak pesawat sipil menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan tidak boleh menjadi sasaran ancaman maupun kekerasan dalam bentuk apa pun. Keselamatan dan keamanan penerbangan sipil harus menjadi prioritas bersama, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali," ucap Muammar.

IPI berharap seluruh pihak dapat bersinergi memperkuat sistem pengamanan penerbangan sipil agar aktivitas transportasi udara, khususnya di Papua, dapat berlangsung dengan aman dan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....