Gubernur Papua Sebut Zakat Punya Peran Besar untuk Pemberdayaan Umat
- 30 Jun 2026 18:55 WIB
- Jayapura
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menyebut, zakat memiliki peran besar dalam pemberdayaan umat, termasuk mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki. Oleh sebab itu, BAZNAS Papua diharapkan dapat menghadirkan program-program yang terukur, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu dikatakan Gubernur Fakhiri setelah melantik dan Pengambilan Sumpah Pimpinan BAZNAS Provinsi Papua Periode 2026-2031 di Kantor Gubernur Papua.
Gubernur juga menyoroti besarnya potensi zakat di Papua yang masih perlu dioptimalkan. Untuk itu, ia mengajak aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS.
Selain itu, ia mendorong perbankan, BUMN, dan BUMD untuk mendukung penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), digitalisasi layanan zakat, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
"Program-program seperti kampung zakat, beasiswa pendidikan, bantuan kesehatan, pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi keluarga hingga respons kemanusiaan perlu terus diperluas manfaatnya agar semakin banyak masyarakat Papua yang merasakan kehadiran zakat," ucapnya.
Kepada pimpinan BAZNAS yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar menjaga amanah umat dengan penuh integritas, memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta terus melakukan inovasi, termasuk dalam transformasi digital layanan zakat.
Dirinya juga mendorong penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, BAZNAS kabupaten/kota, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentinga"Saya yakin pimpinan BAZNAS Provinsi Papua periode 2026-2031 mampu menghadirkan berbagai terobosan yang akan semakin memperkuat peran zakat dalam pembangunan Papua," ucap Gubernur.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Papua Periode 2026-2031, Achmad Jaenuri, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya bersama jajaran pimpinan yang baru dilantik.
Menurutnya, amanah tersebut merupakan titipan dari Allah SWT dan kepercayaan umat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, BAZNAS RI, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta kesempatan kepada kami untuk mengemban amanah ini," ujar Jaenuri.
Jaenuri menegaskan, fokus utama kepemimpinannya adalah memperkuat tata kelola BAZNAS agar terus mengalami kemajuan dan perbaikan, baik secara internal maupun eksternal.
Dia menjelaskan, terdapat tiga prinsip utama yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi, yakni aman syariah, aman regulasi, dan aman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, ketiga prinsip tersebut akan menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan langkah kerja BAZNAS Papua ke depan.
Dalam aspek internal, pihaknya akan melakukan penataan organisasi dengan memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta meningkatkan kinerja BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sementara secara eksternal, BAZNAS akan memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga dan mitra strategis, terutama pemerintah daerah.
"Kami memohon dukungan dari seluruh pihak tanpa terkecuali. Ini adalah amanah menuju jalan kebaikan di tempat yang berbeda. Hari ini kita berhimpun dalam satu wadah, yaitu Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Papua, untuk bersama-sama menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ucap Achmad Jaenuri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....