Dari Dusun Sagu, Kapolresta Mendorong Dorong Pelestarian Sagu yang Berkelanjutan
- 19 Jun 2026 18:12 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Semangat pelestarian sagu kembali digaungkan melalui kegiatan Explore Dusun Sagu yang digelar di Dusun Sagu Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (19/062026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Colo Sagu (FCS) 2026, dipimpin langsung Kapolresta Jayapura Kota, Kombes. Pol. Fredrickus Maclarimboen, selaku Founder Colo Sagu.
Mengusung tema “Sagu Menghidupi, dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi”, kegiatan ini dihadiri Wali Kota Jayapura dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di kota Jayapura dan Provinsi Papua.
Dalam sambutannya, Kombes. Pol. Fredrickus Maclarimboen menegaskan bahwa Festival Colo Sagu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya melanjutkan perjuangan para penggiat sagu yang selama ini konsisten menjaga dan melestarikan pangan lokal khas Papua.
“Sagu adalah warisan budaya sekaligus sumber kehidupan masyarakat Papua. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepedulian berbagai pihak untuk menjaga keberlangsungan hutan sagu dan mengembangkan nilai ekonominya,” kata Kombes. Pol. Fredrickus Maclarimboen.
Kapolresta juga mengungkapkan gagasan baru yang akan diterapkan di lingkungan Polresta Jayapura Kota, yakni mengajak pasangan anggota Polri yang baru menikah untuk menanam pohon sagu sebagai simbol kehidupan berumah tangga.

Menurutnya, pohon sagu yang tumbuh tegak melambangkan komitmen dan kesetiaan, sementara kemampuannya menyimpan air dan menopang kehidupan di sekitarnya mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian dalam membangun keluarga.
Kombes. Pol. Fredrickus Maclarimboen juga menyoroti besarnya potensi sagu di Papua yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Padahal, Papua dikenal sebagai salah satu wilayah dengan sumber daya sagu terbesar di Indonesia.
Sementara itu, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengapresiasi inisiatif Kapolresta Jayapura Kota dalam mengangkat kembali peran strategis sagu sebagai identitas budaya dan sumber kehidupan masyarakat Papua.
“Sagu itu hidup dan hidup itu adalah sagu. Dari dulu hingga sekarang masyarakat Skouw hidup dari kelapa, pinang, dan sagu. Seluruh bagian pohon sagu memiliki manfaat besar bagi kehidupan masyarakat,” tutur Abisai Rollo.
Ditegaskan, Pemerintah Kota Jayapura berkomitmen mendukung berbagai program pelestarian sagu yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal.
Selain penanaman sagu secara simbolis, peserta diajak menelusuri Dusun Sagu untuk melihat langsung proses pengolahan sagu dari hulu hingga hilir. Mulai dari pengenalan habitat sagu, penebangan, penokokan, peremasan, pengambilan pati, hingga pengolahan menjadi berbagai produk pangan tradisional dan modern.
Sebagai bagian dari perayaan hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026, Kaporesta Jayapura Kota dan jajaran juga melakukan penanaman 80 bibit pohon di kawasan Dusun Sagu Skouw Yambe. Penanaman tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga ekosistem sagu sebagai penopang ketahanan pangan, pelestarian budaya, dan penggerak kemandirian ekonomi masyarakat Papua.
Melalui Festival Colo Sagu 2026, gerakan pelestarian sagu diharapkan terus berkembang dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat demi menjaga warisan leluhur Papua untuk generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....