Gubernur Papua Genjot Numfor Jadi Sentra Kelapa dan Pangan Lokal

  • 26 Mei 2026 08:57 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Numfor – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong masyarakat Kepulauan Numfor memperluas tanaman kelapa, jagung, dan kacang hijau untuk memperkuat ekonomi kampung. Pemerintah Provinsi Papua bahkan menyiapkan bantuan bibit dan skema pembelian hasil panen masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Fakhiri saat bertemu warga Kampung Yenbepon, Kabupaten Biak Numfor, Kamis (21/5/2026). Menurutnya, Numfor memiliki potensi besar di sektor perkebunan dan pangan lokal yang selama ini belum dikembangkan maksimal. “Tanam kelapa sebanyak-banyaknya, tanam pala sebanyak-banyaknya, tanam sagu sebanyak-banyaknya,” kata Fakhiri di hadapan masyarakat.

Ia menilai Numfor memiliki karakter wilayah pesisir yang cocok untuk pengembangan kelapa. Komoditas tersebut dinilai dapat menjadi sumber ekonomi baru melalui produksi kopra dan minyak kelapa. “Kalau di Sarmi masyarakat sudah kerja kelapa untuk kopra dan minyak, saya yakin Numfor juga bisa,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan itu, pemerintah provinsi menyiapkan bantuan bibit kelapa hibrida bagi masyarakat. Pemerintah juga membuka peluang pembelian hasil produksi warga agar petani memiliki kepastian pasar. “Pemerintah juga akan berupaya membeli hasil kopra atau hasil panen kelapa masyarakat Numfor,” katanya.

Selain kelapa, masyarakat juga diminta mulai mengembangkan jagung dan kacang hijau dengan sistem tanam tumpang sari. Tanaman tersebut dipilih karena memiliki masa panen relatif cepat. “Tiga sampai empat bulan sudah bisa panen. Ini yang kita mau supaya keluarga cepat dapat hasil,” ucap Fakhiri.

Ia meminta kepala distrik dan kepala kampung segera menyiapkan lahan agar bantuan bibit dapat langsung disalurkan tahun ini. Menurutnya, pemerintah provinsi sudah menyiapkan program dan bantuan pertanian yang siap dijalankan. “Jangan tunggu tahun depan. Program dan bibit sudah ada di provinsi sekarang,” ujarnya.

Selain sektor pertanian, Pemerintah Provinsi Papua juga menyiapkan bantuan peternakan berupa ayam potong, ayam petelur, dan ternak babi. Bantuan tersebut diminta dikelola melalui kelompok usaha masyarakat agar manfaat ekonominya lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....