Bapenda Papua Optimalkan Aset dan Insentif Pajak untuk Dongkrak PAD
- 10 Jun 2026 16:16 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua terus mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama melalui pemanfaatan aset daerah dan peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor.
Kepala Bapenda Papua, Subhan mengatakan optimalisasi aset menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah berkurangnya sejumlah sumber pendapatan yang selama ini menjadi andalan.
"Pemanfaatan aset daerah menjadi salah satu kunci peningkatan PAD. Aset-aset yang ada harus dioptimalkan agar dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah," ujarnya.
Selain itu, Bapenda juga menerapkan kebijakan penghapusan denda dan pemberian diskon pajak kendaraan bermotor sejak 1 April hingga 30 Juni 2026. Program tersebut memberikan potongan pajak sebesar 10 persen bagi wajib pajak yang memiliki tunggakan, 15 persen bagi wajib pajak yang rutin membayar tepat waktu, serta 30 persen bagi kendaraan luar daerah yang melakukan mutasi menjadi kendaraan berpelat Papua.
Menurutnya, kebijakan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak diberlakukan, penerimaan pajak kendaraan bermotor mengalami peningkatan sekitar 31 persen atau bertambah sekitar Rp5 miliar dibandingkan periode sebelumnya.
"Antusias masyarakat cukup tinggi. Ini berdampak langsung terhadap peningkatan penerimaan pajak kendaraan," katanya.
Tahun 2026, Bapenda Papua menargetkan penerimaan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp81 miliar. Hingga awal Juni, realisasinya telah mencapai sekitar 47 persen dari target yang ditetapkan.
Selain pajak kendaraan bermotor, Bapenda juga terus mengoptimalkan pendapatan dari penyewaan aset daerah, seperti gedung pemerintah, fasilitas olahraga, dan sejumlah lokasi usaha yang dikelola pemerintah provinsi.
Bapenda juga tengah mempercepat penertiban aset daerah sebagai dasar untuk pengelolaan yang lebih produktif. Sejumlah aset yang dinilai tidak lagi memberikan manfaat ekonomi bahkan dapat dipertimbangkan untuk dilelang sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran operasional dan kebijakan efisiensi belanja pemerintah, Bapenda Papua tetap optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai melalui optimalisasi potensi pendapatan yang ada.
"Kami berharap seluruh sumber pendapatan daerah dapat dimaksimalkan sehingga target PAD tahun ini dapat terpenuhi," kata Subhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....