Polda Papua dan Perbakin Papua Menggelar Sertifikasi Tembak Reaksi
- 06 Jun 2026 16:46 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Polda Papua bekerja sama dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Papua, menggelar kegiatan penataran dan sertifikasi tembak reaksi atau International Practical Shooting Confederation (IPSC), yang berlangsung selama 2 hari, di lapangan tembak Mapolda Papua, Koya Koso, Sabtu (06/06/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan aspek keselamatan penggunaan senjata api bagi personel Polri maupun anggota sipil yang menekuni olahraga menembak.
Kapolda Papua, Irjen. Pol. Patrige Renwarin, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme anggota Polri, khususnya personel yang bertugas di lapangan dan bidang operasional.
"Ini merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung tugas-tugas Polri, karena anggota yang bertugas di lapangan harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang keamanan atau safety penggunaan senjata," ujar Kapolda Papua.
Menurutnya, kemampuan menggunakan senjata api secara tepat dan aman sangat penting agar dalam pelaksanaan tugas tidak terjadi kesalahan yang dapat menimbulkan korban yang tidak semestinya.

Kapolda menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 1 Juni dan akan diisi dengan berbagai agenda menembak, baik untuk internal Polri maupun pembinaan atlet muda dari kalangan pelajar hingga masyarakat umum.
"Kami juga membina atlet-atlet muda mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga umum agar dapat meningkatkan kemampuan dan berprestasi di bidang olahraga menembak," ujar Kapolda.
Kapolda menyebut, untuk peserta sertifikasi yang berasal dari internal Polda Papua, berasal dari berbagai jenjang kepangkatan, mulai dari tamtama, bintara, perwira pertama hingga perwira menengah.
Dari sekitar 90 peserta yang mengikuti seleksi internal, sebanyak 41 orang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti sertifikasi yang dilaksanakan bersama IPSC Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Umum Perbakin Papua, Soponyono menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas sekaligus menambah jumlah penembak reaksi di Papua.
"Ini adalah kegiatan penataran dan sertifikasi tembak reaksi yang diselenggarakan oleh Pengprov Perbakin Papua bekerja sama dengan Polda Papua melalui Cartenz Shooting Club. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas penembak reaksi sekaligus menambah jumlah anggota IPSC di Papua," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya jumlah anggota IPSC di Papua tercatat sebanyak 27 orang. Dengan adanya sertifikasi kali ini, jumlah tersebut diperkirakan bertambah sekitar 42 anggota baru apabila seluruh peserta dinyatakan lulus.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diawali dengan ujian tertulis, materi keselamatan penggunaan senjata, handling senjata api, hingga praktik menembak sebagai bagian dari proses kualifikasi.
Soponyono menjelaskan, peserta harus menunjukkan kemampuan menembak presisi pada jarak 20 meter dengan 30 butir peluru. Nilai minimal kelulusan yang ditetapkan adalah 210 poin.
"Jika nilainya di bawah 210, peserta akan dilakukan evaluasi dan diberikan kesempatan mengikuti sertifikasi pada kesempatan berikutnya. Yang terpenting adalah kemampuan menembak yang aman dan presisi," tegas Sekum Perbakin Papua.
Selain diikuti personel Polri, kegiatan sertifikasi juga terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat pada olahraga menembak. Perbakin Papua mengajak masyarakat untuk bergabung melalui Cartenz Shooting Club maupun klub-klub menembak yang berada di berbagai kabupaten di Papua.
Melalui kegiatan ini, Perbakin Papua berharap semakin banyak atlet dan penembak reaksi yang memiliki kompetensi, sehingga mampu berkontribusi dalam pembinaan olahraga menembak serta meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....