Gubernur Papua Waspadai Tingginya Kasus TBC dan Kusta di Numfor

  • 26 Mei 2026 08:57 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Numfor – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) paru dan kusta di Kepulauan Numfor. Pemerintah Provinsi Papua menilai penyakit menular tersebut menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan masa depan generasi muda Papua.

Pernyataan itu disampaikan Fakhiri saat berdialog dengan masyarakat di Kampung Yenbepon, Kabupaten Biak Numfor, Kamis (21/5/2026). Ia mengatakan kasus malaria di wilayah tersebut mulai menurun, namun kasus TBC dan kusta masih ditemukan.

“Tadi saya tanya kepada Wakil Bupati, malaria sudah mulai berkurang, tetapi TBC paru masih tinggi dan juga ada penyakit kusta,” kata Fakhiri.

Menurutnya, penanganan penyakit menular tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan. Pemerintah daerah hingga tokoh agama diminta ikut terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan edukasi masyarakat.

“Ini tugas pemerintah dari kampung sampai provinsi untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Fakhiri memastikan Pemerintah Provinsi Papua akan menurunkan tenaga kesehatan ke wilayah-wilayah kampung untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan warga. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit menular di Numfor.

“Nanti tenaga kesehatan akan kami turunkan untuk mencari, menemukan, dan mengobati masyarakat yang sakit,” katanya.

Ia mengingatkan penyakit seperti TBC dan kusta dapat berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat Papua apabila tidak ditangani serius. Bahkan, kondisi tersebut disebut dapat memengaruhi pertumbuhan generasi muda Orang Asli Papua.

“Kalau penyakit-penyakit ini tidak kita atasi, lama-lama generasi muda Orang Asli Papua bisa makin berkurang,” ucapnya.

Fakhiri juga meminta para pendeta dan tokoh gereja ikut menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, peran gereja penting dalam membangun kesadaran masyarakat hingga tingkat kampung.

“Saya titip kepada para pendeta dan tokoh gereja supaya lewat mimbar gereja disampaikan pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.

Selain persoalan kesehatan, gubernur juga menyinggung pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua. Ia menilai keterbatasan anggaran daerah harus membuat pemerintah lebih fokus pada sektor dasar seperti kesehatan dan ekonomi rakyat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....