Semangat Kartini Menjiwai Peran WKRI Jayapura

  • 27 Apr 2026 15:20 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Wanita Katolik RI (WKRI) DPD Keuskupan Jayapura, merasa termotivasi menjalankan karya pengabdian memperjuangkan kesetaraan gender sesuai misi organisasi. Semangat tersebut dijiwai inspirasi Raden Ajeng Kartini dan Raden Ajeng Maria Sulastri, sebagai teladan perjuangan perempuan Indonesia.

Ketua Presidium WKRI DPD Keuskupan Jayapura, Nyonya Rini Sesilia Kelanit, menyampaikan pandangannya dalam dialog pengarusutamaan gender. Dialog berlangsung di RRI Jayapura pada Senin (27 April 2026), yang disiarkan langsung melalui platform YouTube secara daring.

Menurut Rini Kelanit, kedua tokoh perempuan tersebut bukan sekadar pelopor emansipasi, tetapi simbol kesadaran serta keberanian berpikir perempuan. Mereka juga membuka akses pendidikan dan memperjuangkan martabat perempuan, agar memperoleh kesempatan setara dalam kehidupan sosial masyarakat luas.

“Sosok Raden Ajeng Kartini dan Raden Ajeng Maria Sulastri, bukan sekedar pendiri emansipasi. Mereka membangkitkan kesadaran dan keberanian berfikir dan perjuangan membuka akses pendidikan dan martabat kaum perempuan”, ujarnya.

Rini menegaskan, visi WKRI adalah menekankan perempuan harus berdaya secara intelektual, bermoral, serta berjiwa sosial dalam pengabdian masyarakat. Program kerja terstruktur dilaksanakan dari pusat hingga komunitas basis, dengan fokus isu korupsi, ideologi Pancasila, serta lingkungan hidup.

Ia juga menambahkan, perubahan sosial dimulai dari langkah kecil, tidak perlu muluk-muluk. Dengan begitu, program yang dijalankan dapat langsung menyentuh masyarakat.

“Kami melaksanakan aksi nyata, contoh menggerakkan ibu-ibu memakai tumbler, mengurangi penggunaan tisu, dengan menggunakan saputangan. Program nyata pemberdayaan perempuan harus diwujudnyatakan, walaupun dalam bentuk kecil dan sederhana,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Presidium 2 WKRI DPD Keuskupan Jayapura, Yasenta Mote, menyampaikan pentingnya program asah, asih, dan asuh. Program tersebut, bertujuan meningkatkan kemampuan perempuan agar mampu berkarya dalam berbagai aspek kehidupan serta mendukung ekonomi keluarga.

"Perempuan harus terus mengembangkan keterampilan, agar mampu beradaptasi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis. Dengan demikian, wanita mampu berkarya dalam berbagai aspek, agar bisa mengimbangi perekonomian keluarga," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....