Dikritik Soal Kereta Api, Gubernur Papua: Tetap Jalan

  • 27 Apr 2026 13:19 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Gubernur Papua Matius Fakhiri menepis berbagai keraguan terkait rencana pembangunan kereta api di Papua. Ia memastikan proyek tersebut tetap berjalan sebagai bagian dari pengembangan transportasi massal di wilayahnya.

Pernyataan itu disampaikan Matius Fakhiri kepada wartawan di Jayapura, Senin, 27 April 2026. Ia menilai kritik yang muncul merupakan hal biasa dalam setiap rencana pembangunan besar.

“Kalau ada yang pesimis soal wacana pembangunan kereta api di Papua, ya silakan saja. Saya bersyukur Tuhan baik, kita akan wujudkan,” kata Matius.

“Ini merupakan lompatan peradaban. Papua juga perlu mempunyai akses transportasi yang ramah lingkungan dan bisa digunakan oleh semua masyarakat," ucapnya lagi.

Ia menegaskan, proyek tersebut bukan gagasan baru, melainkan kelanjutan dari program yang telah dirintis sebelumnya oleh pemerintah daerah. Saat ini, dirinya melanjutkan pada tahap pelaksanaan.

“Program ini bukan programnya Matius Fakhiri, harus digarisbawahi. Program ini sebelumnya diinisiasi oleh Bapak Barnabas Suebu, kemudian mulai diterjemahkan oleh Bapak Lukas Enembe. Saya mungkin kebagian mengeksekusi, dan kami berharap pembahasan dengan PT KAI bisa terus berjalan," ujar Fakhiri.

Fakhiri juga menanggapi kritik terkait pembiayaan proyek. Ia meminta publik tidak berspekulasi dan memberi ruang bagi pemerintah bekerja.

“Masalah biaya, tidak usah ajari kami. Kami tahu bagaimana caranya, tetapi kami akan berupaya. Yang mau mengomentari silakan, tetapi jangan berlebihan, Biarlah kami bekerja karena masyarakat membutuhkan itu," katanya menambahkan.

Terkait rencana jalur, Pemprov Papua sedang menyiapkan alternatif untuk menghindari konflik lahan dengan masyarakat. Jalur lama dinilai berisiko karena melewati permukiman warga.

“Versi lama itu berisiko terhadap permukiman masyarakat yang sudah ada, sehingga kami akan mencari jalur yang tidak membebani masyarakat. Keputuan akhir nanti ada di Direktur Utama PT KAI, sementara kami mengawal proses termasuk survei," ucap Fakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....