Pemanfaatan KI di Papua Minim, Festival Sagu Jadi Momentum Perbaikan
- 25 Apr 2026 13:19 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) di Papua dinilai masih rendah meski memiliki potensi ekonomi besar dari komoditas lokal seperti sagu. Festival Sagu Papua 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong perlindungan produk melalui sistem hukum.
Kepala Kanwil Kementerian Hukum Papua Anthonius Ayorbaba mengatakan pencatatan indikasi geografis dan perlindungan KI belum menjadi perhatian utama di daerah. “Potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, khususnya dalam perlindungan kekayaan intelektual dari sisi pencatatan indikasi geografis,” ujarnya dalam Festival Sagu Papua, Jumat, 24 April 2026.
Ia menilai perlindungan KI penting untuk menjaga identitas produk sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi. “Kalau tidak dilindungi, potensi besar ini bisa hilang atau dimanfaatkan pihak lain,” kata Ayorbaba.
Menurutnya, kegiatan festival menjadi pintu masuk membangun kesadaran pemerintah daerah dan pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan hukum. Langkah ini juga sejalan dengan peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia tahun 2026.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong semua pihak bergerak bersama dalam perlindungan kekayaan intelektual, khususnya produk berbasis sagu,” ucapnya.
Upaya ini diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak produk lokal Papua yang terlindungi secara hukum dan memiliki daya saing lebih kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....