Permintaan Tinggi, Pelaku Usaha Sagu Papua Terkendala Bahan Baku

  • 24 Apr 2026 23:30 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Pelaku usaha olahan sagu di Papua menghadapi kendala keterbatasan bahan baku di tengah meningkatnya permintaan pasar, termasuk dari luar negeri. Kondisi ini dinilai menghambat pengembangan industri sagu lokal.

Founder Sasagu, Herlinda Sinaga, mengatakan usahanya awalnya berkembang dari eksperimen produk turunan sagu hingga bekerja sama dengan petani lokal. Namun, ketersediaan bahan baku masih menjadi tantangan utama.

“Permintaan sudah banyak, bahkan dari luar negeri, tapi bahan baku tidak mencukupi. Ini yang membuat kami sulit berkembang,” katanya di sela-sela Festival Sagu Papua yang digelar Pemprov Papua di Jayapura, Jumat, 24 April 2026.

Ia menjelaskan kebutuhan minimal bahan baku mencapai 100 kilogram per bulan, namun belum terpenuhi. Sementara itu, permintaan ekspor untuk tepung sagu mencapai beberapa ton setiap bulan. “Kebutuhan minimal saja 100 kilo per bulan belum terpenuhi, padahal ada permintaan dari Jepang sampai 4 ton per bulan,” ujarnya.

Menurutnya, keterbatasan ini terjadi karena pengolahan sagu di tingkat petani masih dilakukan secara tradisional. Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi belum mampu mengikuti kebutuhan industri. “Petani masih mengolah secara tradisional, sementara permintaan besar butuh dukungan alat dan sistem produksi yang lebih baik,” ucapnya.

Ia menambahkan pihaknya telah berupaya menjalin kemitraan dengan petani dengan membeli sagu dengan harga yang adil. Selain itu, pelaku usaha juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produksi. “Kami beli dengan harga adil dan bantu tingkatkan kualitas supaya bisa memenuhi standar,” katanya.

Melalui momentum Festival Sagu Papua, ia berharap terbentuk ekosistem yang memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, petani, dan pemerintah. “Kami harap ada dukungan agar petani bisa meningkatkan produksi, sehingga kebutuhan pasar bisa terpenuhi dan sagu Papua berkembang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....