Halal bihalal Kanwil Kemenag Papua, Tegaskan Komitmen Jaga Harmoni dan Kedamaian

  • 15 Apr 2026 12:31 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua menggelar kegiatan Halal bihalal Idulfitri 1447 Hijriah, sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat komitmen membangun Papua yang damai, inklusif, dan harmonis, yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura, Rabu (15/04/2026).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, dalam sambutannya mengatakan, kontribusi seluruh jajaran Kementerian Agama tidak hanya memperkuat kualitas layanan pendidikan dan keagamaan, tetapi juga memperkokoh peran bersama dalam membangun Papua sebagai Tanah Damai yang inklusif, toleran, dan berkeadaban.

Menurut Pdt. Klemens Taran, hal ini sejalan Tema yang diusung pada Halal Bihalal kali ini, yaitu “Menguatkan Silaturahmi, Merawat Harmoni, Bersama Membangun Papua Tanah Damai,” memiliki makna yang sangat mendalam dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat di Tanah Papua.

Dijelaskan, silaturahmi bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan jembatan hati yang menguatkan persaudaraan, menumbuhkan rasa saling percaya, serta mempererat hubungan antar sesama. Sementara itu, harmoni harus dirawat dengan kesadaran, keikhlasan, dan komitmen bersama agar perbedaan menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) tahun 2025 yang mencapai angka 77,89, tertinggi dalam sebelas tahun terakhir, dan menjadi bukti nyata meningkatnya toleransi dan kerja sama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Di Papua yang majemuk ini, kita memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas kerukunan. Kerukunan bukan hanya tentang ketiadaan konflik, tetapi tentang hadirnya rasa saling percaya dan kolaborasi nyata lintas agama,” tegas Kakanwil Kemenag Papua, Pdt. Klemens Taran.

Selain itu, ia juga menyoroti komitmen Kementerian Agama dalam keterbukaan informasi publik, yang pada tahun 2025 kembali meraih predikat Badan Publik Informatif. Hal ini dinilai sebagai wujud tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Dalam kesempatan tersebut, Klemens turut mengingatkan tentang transformasi budaya kerja, termasuk penerapan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat mulai 1 April 2026. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus diimbangi dengan profesionalisme, disiplin, dan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Sebagai insan Kementerian Agama, kita bukan hanya aparatur birokrasi, tetapi juga perekat sosial dan teladan dalam mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama,” tambahnya.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Papua yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua, MB. Setyo Wahyudi, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh keluarga besar Kanwil Kemenag Papua.

Ia menekankan bahwa tema Halal Bihalal sangat selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam yang menjunjung tinggi ukhuwah, persaudaraan, dan kedamaian. Silaturahmi, menurutnya, merupakan ibadah yang memperkuat kepercayaan, menumbuhkan kasih sayang, serta membangun kebersamaan yang kokoh.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua, MB. Setyo Wahyudi,

“Mari kita merawat harmoni dengan keikhlasan dan kesabaran, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun Papua. Papua adalah tanah yang dianugerahi keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa adalah kekayaan yang harus kita syukuri,” ujar Setyo Wahyudi.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Papua membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak. Nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan publik.

Kegiatan Halal bihalal ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat kebersamaan dan komitmen dalam menjaga persaudaraan serta membangun Papua yang rukun, damai, dan bermartabat.

Sementara itu, Ketua MUI Provinsi Papua, K. H. Syaiful Islam Al Payage, dalam tauziahnya menekankan pentingnya menjaga kerukunan sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa, khususnya di Papua. Dijelaskan, ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik, yaitu kerukunan antarumat beragama, kerukunan antarmanusia (ukhuwah basyariyah), dan kerukunan antaranak bangsa (ukhuwah wathaniyah).

“Perbedaan yang ada dalam masyarakat tidak boleh menjadi sumber perpecahan, melainkan harus dijadikan kekuatan untuk membangun Papua yang damai, inklusif, dan harmonis,” ungkap Syaiful Islam Al Payage.

Di Indonesia, nilai-nilai Pancasila merupakan hasil kesepakatan para pendiri bangsa yang mampu menyatukan keberagaman Indonesia. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran agama, seperti persatuan, keadilan, dan musyawarah, sehingga harus terus dijaga dan diamalkan.

Lebih lanjut, kerukunan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Tujuan utama kehidupan berbangsa adalah terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, dan bahagia, khususnya di Papua.

“Salah satu indikator utama kesejahteraan adalah kesehatan, baik lahir maupun batin. Kesehatan merupakan nikmat besar yang sering diabaikan manusia. Tanpa kesehatan, harta, jabatan, dan kekayaan tidak akan berarti. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga pola hidup sehat, termasuk pola makan dan gaya hidup, mengingat meningkatnya penyakit di usia muda,” tutup Syaiful Islam Al Payage.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....