Puluhan Rumpon Nelayan Jayapura Terdampak Survei Seismik ESDM

  • 18 Mar 2026 10:54 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Sekitar 58 rumpon milik nelayan di wilayah perairan Jayapura tercatat terdampak kegiatan survei seismik yang dilakukan di perairan utara Papua. Data tersebut disampaikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua menyusul aksi unjuk rasa ratusan nelayan di depan Kantor Dinas Perikanan Provinsi Papua, Senin (16/3/2026).

Aksi tersebut dipicu oleh penyitaan puluhan rumpon milik nelayan yang tersebar di perairan Jayapura hingga Demta. Para nelayan menilai penyitaan rumpon tersebut dilakukan secara sepihak tanpa pemberitahuan maupun sosialisasi sebelumnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua, Iman Djuniawal, menjelaskan kegiatan yang bersentuhan dengan rumpon nelayan tersebut merupakan bagian dari survei seismik yang dilaksanakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Pelaksanaan yang terjadi saat ini dengan rumpon ini sebenarnya merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian ESDM, di mana mereka membutuhkan hasil data survei dasar dan potensi yang ada di lempengan bumi di dasar Papua bagian utara,” katanya, Selasa, 17 Maret 2026.

Ia mengatakan dalam proses kegiatan tersebut pergerakan alat survei dapat bersentuhan dengan sejumlah rumpon nelayan di beberapa wilayah perairan. Berdasarkan catatan yang diterimanya, jumlah rumpon yang terdampak paling banyak berada di wilayah Jayapura.

“Nah di Jayapura ini cukup banyak, ada sekitar 58 catatan, tapi kelihatannya mungkin ada perkembangan karena kami juga tidak terlibat langsung dalam pendataan,” ujarnya.

Selain di Jayapura, rumpon yang terdampak juga tercatat berada di beberapa wilayah lain. Di Kabupaten Biak terdapat sekitar 53 rumpon, sementara di Supiori terdapat beberapa rumpon dan di Kabupaten Sarmi tercatat sekitar dua rumpon.

Iman menambahkan peran DKP Provinsi Papua dalam kegiatan tersebut hanya sebatas menjembatani penyampaian data lokasi rumpon dari pemerintah kabupaten dan kota kepada pihak Kementerian ESDM.

“Kami hanya menjembatani bagaimana memfasilitasi data dari kabupaten kota tentang lokasi-lokasi koordinat rumpon pada jarak delapan sampai dua belas mil itu di mana titiknya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....