Tim Falakiyah Papua Tunggu Hasil Rukyatul Hilal Nasional
- 10 Mar 2026 12:18 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Tim Falakiyah Provinsi Papua menyatakan bahwa hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah akan menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah melalui sidang isbat pemerintah. Pelaksanaan rukyatul hilal secara nasional dijadwalkan pada 19 Maret 2026. Sementara rapat yang digelar di Kanwil Kemenag Papua bertujuan memastikan kesiapan teknis pelaksanaan pengamatan hilal di daerah. Hal itu dikatakan oleh Ketua Tim Urusan Agama Islam (Urais) dan Bina Syariah Kanwil Kemenag Papua, Aminah, dalam rilis Kemenag, Selasa 10 Maret 2026.
“Pertemuan hari ini salah satunya untuk membahas tempat pelaksanaan rukyatul hilal dan siapa saja yang akan berangkat melakukan pengamatan. Kita berharap pelaksanaan ini dapat berjalan dengan baik,” kata Aminah.
Ia berujar, meskipun data astronomis menunjukkan kemungkinan hilal sulit terlihat, proses rukyat tetap perlu dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar dalam menentukan awal bulan Syawal.
“Walaupun laporan menunjukkan kemungkinan hilal sangat tipis atau sulit terlihat, kita tidak pernah tahu ketetapan Allah ke depan. Karena itu kita tetap berusaha melakukan pengamatan dengan sebaik-baiknya,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua, Hendra Yulia Rahman, menyampaikan bahwa kegiatan rukyatul hilal tidak hanya memiliki dimensi keagamaan, tetapi juga merupakan bagian dari pelaksanaan amanat negara dalam penentuan awal bulan Hijriah.
“Penentuan 1 Syawal merupakan bagian dari proses yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas negara dalam memastikan penetapan awal bulan Hijriah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan sejumlah perhitungan astronomis, posisi hilal pada periode tersebut masih tergolong sangat tipis sehingga peluang terlihatnya cukup kecil.
“Kalau melihat data kriteria yang digunakan, kemungkinan besar hilal masih sulit terlihat. Namun demikian, hasil akhirnya tetap menunggu laporan rukyatul hilal dari berbagai wilayah sebelum diputuskan dalam sidang isbat,” kata Hendra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....